Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fintech Santara Milik Mardigu Wowiek Diklaim Lebih Transparan

Santara berperan menjodohkan pemodal dengan para pelaku UMKM selaku penerbit saham, sehingga punya tanggung jawab meneliti dan menilai, apakah bisnis dari penerbit tersebut layak ditawarkan ke pemodal atau tidak.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 Agustus 2020  |  10:59 WIB
crowdfunding - crowdassist.co
crowdfunding - crowdassist.co

Bisnis.com, JAKARTA - PT Santara Daya Inspiratama (Santara) punya cara unik untuk meyakinkan para pemodal bahwa bisnis para penerbit yang mereka danai dari platform Santara, jujur dalam menyampaikan kondisi keuangannya dan mampu memberi keuntungan.

Krishna T Wijaya, Chief Business Officer Santara, mengungkap bahwa langkah-langkah berupa kerja sama dengan berbagai pihak ini, memang sudah kewajiban Santara selaku penyelenggara teknologi finansial urun dana (Fintech Equity Crowdfunding/ECF).

Pasalnya, Santara berperan 'menjodohkan' pemodal dengan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) selaku penerbit saham, sehingga punya tanggung jawab meneliti dan menilai, apakah bisnis dari penerbit tersebut layak ditawarkan ke pemodal atau tidak.

"Kami paham dalam pendanaan ke pelaku UMKM, ada risiko potensi tidak validnya data transaksi mereka. Seperti omzet misalnya ada yang tidak dilaporkan apa adanya, atau melakukan modifikasi terhadap revenue yang diperoleh. Pasti ada kekhawatiran itu dari sisi investor," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (21/8/2020).

Oleh sebab itu, demi menekan kekhawatiran pemodal, Krishna mengungkap bahwa Santara kini punya cara 'mengintip' kondisi keuangan dan kinerja bisnis penerbit, yakni lewat kerja sama dengan para platform point of sales (POS) atau akrab disebut aplikasi kasir, serta aplikasi pembayaran cashless via online.

Harapannya, langkah yang akan digunakan sebagai verifikasi dan seleksi ini bisa menekan agar penerbit yang punya niat berbohong atau tipu-tipu mengenai kondisi bisnisnya, lebih mudah ketahuan.

"Di awal tahun, kami sudah bekerja sama dengan Moka POS. Jadi kalau penerbit itu menggunakan Moka POS, kemudian mau mendapat pendanaan lewat Santara, kami bisa lakukan verifikasi. Ke depan, kami coba melakukan kolaborasi dengan beberapa POS dan software accounting lain yang, juga platform payment gateway," jelasnya.

Selain itu, Santara juga akan bekerja sama dengan financial consultant untuk menilai lebih ketat bagaimana kinerja bisnis para penerbit, serta memfasilitasi pertemuan secara digital antara pemodal dan penerbit.

Harapannya, para investor jadi lebih yakin karena memiliki perlindungan lebih atas aset investasi mereka, serta semakin percaya menanamkan dananya lewat ekosistem Fintech ECF.

"Karena sebelum UMKM menjadi penerbit, checking dari internal Santara itu lebih ke aspek legal dan keuangan. Kemudian ketika mereka sudah mulai menawarkan saham, penerbit dan pemodal kami kumpulkan dalam satu forum diskusi di Telegram, sehingga pemodal bisa bertanya banyak hal di forum itu," ujarnya.

Sebelumnya, Santara pun telah melakukan kerja sama dengan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan para bank kustodian, demi memastikan pemodal bahwa seluruh portofolio mereka akan dikelola dengan baik oleh Santara.

Terkini, Santara telah menyalurkan modal kepada para 63 pelaku usaha selaku penerbit dengan nilai mencapai Rp84,5 miliar. Sementara dari sisi pemodal, 13.200 dari 220.000 user terdaftar di Santara tercatat telah aktif melakukan pendanaan. 

Sekadar informasi, Santara merupakan platform ECF pertama yang mendapatkan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor: KEP-59/D.04/2019 pada kisaran September 2019.

Popularitas Santara sebagai platform ECF sempat melambung karena sering menampilkan sosok Mardigu Wowiek Prasantyo pebisnis, motivator, dan YouTuber, yang juga merupakan Co-Founder sekaligus President Commissioner Santara dalam berbagai kesempatan. Sebelumnya, namanya juga dikenal luas sebagai pengamat terorisme yang sering diundang menjadi narasumber.

Mardigu kerap menjelaskan bahwa Santara lahir untuk membantu UMKM naik kelas, dengan membantu mereka memperoleh modal dari penerbitan saham di Santara. Selain itu, bagi masyarakat sebagai investor, Santara juga bisa menjadi pilihan alternatif investasi dengan modal 'receh', namun tetap memberikan imbal hasil yang kompetitif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Crowdfunding fintech
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top