Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jakarta PSBB Lagi, Begini Tanggapan Para Bankir

Pengetatan PSBB bakal diterapkan di Jakarta mulai 14 September 2020, para bankir pun memberikan tanggapannya terkait kebijakan ini.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 10 September 2020  |  20:07 WIB
Ilustrasi Bank - Istimewa
Ilustrasi Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku industri perbankan berpendapatan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan suatu hal yang tak dapat terhindarkan.

Namun, kinerja fungsi intermediasi masih akan tetap dipertahankan dengan penggunaan digital banking yang lebih intensif.

Direktur Finance, Planning, dan Treasury Bank BTN Nixon L. P. Napitupulu mengatakan penyelesaian isu pandemi perlu menjadi fokus utama pemerintah dan perseroan akan menudukung hal tersebut.

Dia pun berpendapat, kebijakan PSBB baru ini tidak akan terlalu berdampak dalam lantaran industri perbankan sudah memiliki sedikit pengalaman dalam peneraptan protokol ketat.

"Dan belakangan memang transaksi perbankan banyak yang shifting ke online dan mobile banking, yang akan membantu pertahanan kinerja fungsi intermediasi. Bahkan bisa menjadi masa depan yang jauh lebih baik bagi perbankan," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (10/9/2020).

Dia melanjutkan perseroan masih tetap berharap dapat melakukan ekspasnni kredit hingga 4 persen tahun ini. Peningkatan kinerja utamanya dengan penawaran produk KPR yang dipasarkan melalui online.

Di samping itu, penghimpunan dana pihak ketiga juga akan lebih gencar melalui peningkatan transaksi di mobile banking. Perseroan bahkan menargetkan penghimpunan dana hingga Rp9 triliun dengan program Batara Specta.

Di samping itu, Direktur Wholesale Banking PT Bank Permata Tbk. Darwin Wibowo memperkirakan penerapan PSBB kali ini tidak akan terlalu lama, sehingga tidak akan terlalu dalam berdampak pada ekonomi riil dan kinerja perbankan.

Di samping itu, dia mengatakan permerintah sekaligus Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memberikan deregulasi sekaligus insentif yang cukup bagi perbankan.

"Saya berharap PSBB ini tidak akan lama sehingga dampak ke perbankan tidak besar," katanya.

Dia pun menyebutkan perseroan masih berharap kinerja kredit positif sampai akhir tahun ini. Hanya saja, dia mengatakan penyaluran tersebut akan tetap diimbangi dengan pencadangan yang cukup untuk menjaga kesehatan neraca.

"Sementara ini kinerja kami masih bagus dan positif dan kami berharap bisa mempertahankan ini. Kami ada penyaluran yang masih berjalan di sektor otomotif, telekomunikasi, dan barang konsumer," katanya.

Adapun, Presiden Direktur PT Bank Pan Indonesia Tbk. Herwidayatmo mengatakan penanganan pandemi memerlukan kontribusi dari berbagai pihak.

"Sudan jangan terlalu banyak analisa, situasi memang menghendaki demikian, kita harus bahu-membahu bekerja sama dengan pemerintah dan semua pihak menghadapi pandemi ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top