Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masa Pandemi, Bisnis Remitansi BRI Tetap Positif

Pendapatan berbasis biaya dan komisi BRI dari transaksi remitansi juga mengalami peningkatan di tengah pandemi.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 13 September 2020  |  14:40 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. masih membukukan kinerja yang positif pada bisnis remitansi selama semester I/2020.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan kinerja tersebut tidak hanya datang dari frekuensi maupun volume remitansi yang meningkat. Pendapatan berbasis biaya dan komisi BRI dari transaksi remitansi juga mengalami peningkatan.

Apabila dirinci, frekuensi transaksi remitansi BRI pada semester I/2020 mampu tumbuh 105 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (year on year/YoY).

Begitu juga dengan volume transaksi pada periode tersebut tumbuh 125 persen YoY. Dari pertumbuhan tersebut, ikut mendorong pendapatan berbasis biaya dan komisi atau fee based income (FBI) yang tumbuh 104 persen YoY.

"BRI optimistis kinerja remitansi di semester II/2020 akan membaik karena kebijakan pelonggaran lockdown pada beberapa negara telah dibuka sehingga diharapkan transaksi remitansi dapat kembali normal," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Menurutnya, saat ini BRI terus melakukan ekspansi dengan menambah kerja sama dengan counterpart baru dan membuat program promosi agar transaksi dapat terus meningkat. Dengan kondisi tersebut dan melihat potensi bisnis ke depan yang masih berpeluang baik.

"BRI optimistis, pendapatan fee based income dari bisnis remitansi dapat terlampaui," katanya.

Terpisah, Senior Faculty LPPI Moch Amin Nurdin meyakini bisnis remitansi masih akan tumbuh meskipun melambat. Adanya 59 negara yang melarang masuknya warga negara Indonesia diyakini tidak akan menghambat perputaran bisnis.

"Karena sekarang sudah ada bisnis online, tetapi pasti ada imbas karena penerapan PSBB," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri fee based income remitansi
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top