Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Jakarta, Bank Commonwealth Pede Penawaran SR013 Berjalan Sesuai Rencana

Executive Vice President Head of Wealth Management & Premier Banking Commonwealth Bank Ivan Jaya mengungkapkan minat investor masih baik terhadap SR013.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 13 September 2020  |  14:54 WIB
Nasabah mengambil uang tunai di anjungan tunai mandiri, di Jakarta, Sabtu (10/6). - JIBI/Endang Muchtar
Nasabah mengambil uang tunai di anjungan tunai mandiri, di Jakarta, Sabtu (10/6). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com,JAKARTA — Bank Commonwealth melaporkan proses penawaran sukuk ritel SR013 masih berjalan sesuai rencana. Perseroan menilai minat investor cukup baik terhadap salah satu instrumen surat berharga negara ritel tersebut.

Executive Vice President Head of Wealth Management & Premier Banking Commonwealth Bank Ivan Jaya mengungkapkan minat investor masih baik terhadap SR013. Akan tetapi, mungkin dalam satu pekan ke depan ada sedikit terpengaruh dengan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta.

“Hal ini dikarenakan penduduk Jakarta, yang merupakan salah satu penyumbang jumlah investor terbesar, dalam beberapa hari ke depan akan lebih fokus untuk melakukan penyesuaian diri terhadap PSBB. Dari data penjualan sukuk ritel Bank Commonwealth sebelumnya, sekitar 40 persen investor berdomisili di Jakarta,” paparnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Kendati demikian, dia menyatakan optimistis penawaran SR013 secara umum akan berjalan baik hingga Rabu (23/9/2020). Pasalnya, instrumen itu menawarkan imbal hasil yang menarik.

“Selain itu, pembelian produk ini dilakukan melalui saluran digital bank yakni aplikasi Commbank SmartWealth yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Ivan menjelaskan bahwa sukuk ritel merupakan produk yang populer untuk nasabah ritel. Target penjualan perseroan ada di sekitar Rp100 miliar untuk SR013.

Untuk tingkat imbal hasil, lanjut dia, terdapat selisih positif atau premium antara yield obligasi pemerintah dengan tenor 3 tahun di kisaran 5,58 persen dan SR013 sebesar 6,05 persen. Selain itu, pergerakan harga SR013 di pasar sekunder akan mendapatkan katalis positif apabila Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan.


“Dengan kondisi itu dapat dikatakan imbal hasil 6,05 persen dan momentum saat ini adalah waktu yang tepat untuk nasabah yang ingin mencoba berinvestasi di sukuk ritel. Dengan jumlah biaya investasi yang terjangkau yakni Rp1 juta, nasabah sudah dapat mendapatkan imbal hasil yang menarik,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sukuk ritel bank commonwealth Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top