Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AAJI Minta Pemerintah Bantu Promosi Asuransi dan Dana Pensiun

Direktur Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menilai bahwa semestinya pemerintah mendorong proteksi masyarakat saat risiko penyebaran Covid-19 semakin tinggi seiring terus meningkatnya catatan kasus positif di Indonesia.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 15 September 2020  |  21:46 WIB
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah dinilai perlu turut mengampanyekan atau mempromosikan pentingnya proteksi asuransi di tengah krisis pandemi virus corona ini. Hal tersebut dapat memberikan dua manfaat utama, terproteksinya masyarakat dan tumbuhnya industri asuransi.

Direktur Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menilai bahwa semestinya pemerintah mendorong proteksi masyarakat saat risiko penyebaran Covid-19 semakin tinggi seiring terus meningkatnya catatan kasus positif di Indonesia.

Togar mencontohkan perlakuan pemerintah terhadap industri perbankan pascakrisis 1998. Menurutnya, saat itu pemerintah sangat gencar mengampanyekan masyarakat untuk menabung di bank, salah satunya dengan menjelaskan bahwa simpanan mereka akan lebih aman.

"Dulu pemerintah mempromosikan tabungan dengan sangat masif, lihat dampaknya yang luar biasa, hampir semua lapisan masyarakat menabung di bank, banyak masyarakat Indonesia saat ini punya rekening bank. Nah, sekarang giliran asuransi dan dana pensiunlah," ujar Togar kepada Bisnis, Selasa (15/9/2020).

Dia menilai bahwa jika pemerintah turut andil mempromosikan asuransi, masyarakat akan menjadi lebih sejahtera dan perekonomiannya lebih terjaga. Hal tersebut seperti yang terjadi di sejumlah negara maju dengan kontribusi asuransi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang cukup besar.

Tumbuhnya industri asuransi pun menurutnya sejalan dengan upaya pemerintah memproteksi masyarakat melalui program jaminan sosial yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Oleh karena itu, 'suara' pemerintah terkait proteksi menjadi penting bukan hanya bagi masyarakat tetapi juga bagi industri. "At the end, pemerintah akan lebih ringan tanggungannya," ujar Togar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi perbankan aaji asuransi jiwa
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top