Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengumuman Resmi Merger Bank Syariah BUMN Ditunda jadi Besok

Pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana menggabungkan atau melakukan merger bank-bank syariah yang dimiliki oleh bank pelat merah anggota Himpunan Bank Negara (Himbara).
Annisa S. Rini & Ni Putu Eka Wiratmini
Annisa S. Rini & Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  21:59 WIB
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO - Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Pengumuman resmi terkait merger bank syariah milik bank BUMN ditunda dan direncanakan dilaksanakan besok.

Sumber Bisnis sebelumnya mengatakan bahwa rencana tersebut akan diumumkan secara resmi pada malam hari ini. Namun, rencana itu urung dilakukan, dan diundur esok hari.

Kendati demikian, penandatanganan nota kesepemahaman atau memorandum of understanding (MoU) menurutnya tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

"Teken MoU internal tetap hari ini, sudah diteken tadi sore, sekitar pukul 16.00," ujar sumber Bisnis, Senin (12/10/2020).

Menurutnya, penandatanganan akan dilakukan oleh para direksi bank BUMN. Namun, saat ini soal komposisi kepemilikan masih dalam pembahasan.

Malam hari ini, beredar pula undangan media mengenai virtual press conference terkait penandatanganan conditional merger agreement Bank BUMN Syariah pada Selasa (13/10/2020) pukul 15.00 WIB. Pihak yang mengundang adalah Bahana Sekuritas.

Adapun, narasumber acara tersebut yaitu Ketua Tim Project Management Office & Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, Direktur Utama BRI Syariah Ngatari, dan Direktur Bisnis Indonesia Financial Group Pantro Pander.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana menggabungkan atau melakukan merger bank-bank syariah yang dimiliki oleh bank pelat merah anggota Himpunan Bank Negara (Himbara).

Kementerian BUMN menargetkan merger bank syariah anak bank Himbara tersebut dapat terealisasi pada Februari 2021. 

Saat ini, terdapat tiga bank syariah yang menjadi anak usaha bank BUMN, yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk., PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri. Sementara itu, satu berupa unit usaha (UUS) yaitu UUS PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Bank-bank syariah BUMN yang akan dimerger rencananya hanya yang berstatus bank umum syariah, yaitu BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah.

Apabila ketiga BUS tersebut melakukan merger, maka total aset perbankan syariah milik Himbara akan menjadi Rp208,07 triliun. Dari ketiga BUS Himbara, aset terbesar dimiliki oleh Bank Syariah Mandiri, kemudian diikuti Bank BNI Syariah dan Bank BRI Syariah.

Sementara itu, secara terpisah Wakil Direktur Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan semua kegiatan, yaitu penandatangan MoU merger dan pengumuman resmi akan dilakukan pada Selasa (13/10/2020).

"Semua kegiatan akan dilakukan besok," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah bank bumn merger bank merger bank syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top