Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meski Pandemi, Bank Cilik Ramai-Ramai Pertebal Modal

Beberapa bank kecil tetap melaksanakan penambahan modal untuk memenuhi aturan modal inti minimum dan ekspansi usaha. Siapa saja?
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  09:35 WIB
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah bank kecil berupaya memperkuat modal di tengah pandemi untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum maupun ekspansi perseroan.

Yang terbaru, PT Bank Jago Tbk. telah mengantongi restu pemegang saham untuk penambahan modal melalui penerbitan saham baru atau rights issue tahap II. Adapun, perseroan saat ini masih menunggu pernyataan efektif dari OJK atas aksi korporasi yang akan dilakukan.

Direktur Kepatuhan Bank Jago Tjit Siat Fun menyampaikan tujuan penerbitan saham baru melalui rights issue, yakni untuk memperkuat struktur modal sehingga dapat memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun. Adapun, modal inti perseroan saat ini senilai sekitar Rp1,2 triliun.

Tujuan lainnya yakni untuk melakukan investasi infrastruktur IT dan rekrutmen sumber daya manusia yang relevan dengan aspirasi Bank Jago menjadi bank berbasis teknologi yang tertanam dalam suatu ekosistem.

Selanjutnya, perseroan segera mengumumkan hal teknis rights issue seperti harga pelaksanaan, target dana, maupun pembeli siaga dalam aksi korporasi ini.

"Pada saatnya kami akan umumkan hal-hal teknis terkait rights issue melalui prospektus atau keterbukaan informasi berikutnya," katanya pekan lalu.

Sementara itu, PT Bank Bisnis Internasional Tbk. akan menggelar RUPSLB pada 2 November 2020 untuk meminta restu pemegang saham atas rencana penambahan modal melalui rigths issue. Jumlah saham yang akan dikeluarkan dengan mekanisme PMHMETD sebanyak-banyaknya 438,63 juta saham.

Bank Bisnis merencanakan pelaksanaan rights issue pada akhir semester II/2020. Aksi korporasi ini dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan POJK 12/2020 pada Bab IV tentang modal inti dan CEMA minimum, di mana perseroan akan memenuhi modal inti tahun 2020 senilai Rp1 triliun.

"Selain itu, aksi korporasi ini dapat memperkuat struktur permodalan perseroan dan sebagai tambahan modal kerja perseroan untuk mendukung kegiatan usaha perseroan sebagai bank umum swasta nondevisa, terutama dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap," terang manajemen dalam keterbukaan informasi.

PT Bank Capital Indonesia Tbk. memasang target pelaksanaan rights issue paling lambat Desember 2020, setelah mengantongi restu pemegang saham pada awal September kemarin. Perseroan mengincar perolehan dana Rp2 triliun dari aksi korporasi ini untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.

Adapun, PT Bank Oke Indonesia Tbk. saat ini masih menunggu izin efektif pernyataan pendaftaran dari OJK terhadap rencana rights issue dengan target dana Rp499,68 miliar. Direktur Operasional Bank Oke Indonesia Joyo menyampaikan perubahan indikasi jadwal yang semula disebutkan izin efektif pernyataan pendaftaran dari OJK pada 8 Oktober 2020.

"Izin efektif pernyataan pendaftaran tersebut belum diperoleh perseroan karena masih terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi," jelasnya dalam pengumuman.

Senior Faculty LPPI Moch Amin Nurdin menyampaikan penambahan maupun penguatan modal akan berdampak positif bagi kinerja perseroan. Pertama, memberikan kesempatan kepada bank untuk lebih ekspansif dalam berbagai sisi, baik funding maupun lending, sehingga kinerja bank menjadi lebih baik.

Kedua, penguatan modal ini untuk memenuhi ketentuan regulasi yang akan berdampak pada perbaikan reputasi dan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dan nasabah. Dalam jangka panjang hal ini akan meningkatkan kinerja bank tersebut.

Ketiga, penguatan modal akan mampu menjaga bank dari dampak risiko yang ditimbulkan sebagai akibat dari aktivitas ekspansi. Dengan begitu, bank mampu menjaga keberlangsungan kinerja perseroan.

"Banyak yang bisa dilakukan dengan penambahan dan penguatan modal," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan right issue modal
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top