Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Kata Pengamat Soal Dominasi Bank Mandiri di Bank Syariah Hasil Merger

Bank Mandiri menjadi pengendali dengan kepemilikan saham 51,2% di bank syariah BUMN hasil merger. Sebelumnya juga dikabarkan, Hery Gunardi yang semula merupakan Wadirut Bank Mandiri bakal mengisi posisi direktur utama di bank syariah BUMN hasil merger.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  22:26 WIB
Kantor BRIsyariah - brisyariah.co.id
Kantor BRIsyariah - brisyariah.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Dominasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bakal tampak pada bank syariah BUMN hasil merger, baik dari porsi saham maupun posisi direksi.

Bank Mandiri menjadi pengendali dengan kepemilikan saham 51,2% di bank syariah BUMN hasil merger. Sebelumnya juga dikabarkan, Hery Gunardi yang semula merupakan Wadirut Bank Mandiri bakal mengisi posisi direktur utama di bank syariah BUMN hasil merger.

Pengamat perbankan dari Universitas Bina Nusantara Doddy Ariefianto mengatakan dalam sebuah penggabungan usaha, porsi kepemilikan saham biasanya akan seimbang dengan ekuitas yang dimiliki. Hal demikian biasanya juga akan tercermin pada komposisi manajemen pada entitas baru hasil penggabungan.

Dengan begitu, kata dia, menjadi wajar Bank Mandiri menjadi mayoritas pada bank syariah BUMN hasil merger. Sebab, ekuitas Bank Mandiri Syariah menjadi yang terbesar di antara tiga bank syariah BUMN peserta penggabungan.

"Kita lihat dari 3 bank dan 1 UUS (unit usaha syariah Bank BTN), yang terbesar adalah Bank Mandiri Syariah. Kalau di konsolidasi hal itu biasa, porsi saham akan dimiliki secara proporsional menyesuaikan siapa yang terbesar," katanya, Rabu (21/10/2020).

Sebagai informasi, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bakal menjadi pemegang saham pengendali entitas hasil merger bank syariah BUMN. Dalam ringkasan rancangan penggabungan antara BRIsyariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah yang dirilis hari ini (21/10/2020), berdasarkan hitungan konversi saham, setiap saham yang dimiliki pemegang saham BSM berhak atas 34,9700 saham tambahan di BRIS.

Nilai ini mencakup total penambahan 20,90 miliar lembar saham di BRIS, sebagai bank penerima penggabungan atau surviving entity. Jumlah ini pun merepresentasikan 51,2% peningkatan modal di bank hasil merger. Dengan porsi tersebut, Bank Mandiri pun menjadi pemegang saham terbesar bank hasil penggabungan 3 bank syariah itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan bri syariah
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top