Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos BI: Pesantren Jadi Tempat Ngaji, Fikih dan 'Sugih'

Sugih adalah bahasa Jawa yang artinya, kaya. Maksud Gubernur BI, pesantren tidak hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi yang menopang kesejahteraan santri dan masyarakat sekitarnya, terutama dalam konteks ekonomi syariah. 
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  14:10 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Kamis (9/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Kamis (9/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Visi Indonesia maju perlu didorong dengan transformasi untuk penguatan ekonomi. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan bahwa ini bisa dilakukan melalui penguatan sektor unggulan dan pengembangan ekonomi syariah.

Ekonomi syariah bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pengembangannya dapat mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui peningkatan peran usaha syariah dalam mata rantai ekonomi halal.

“Serta pengembangan keuangan sosial syariah sebagai alternatif model bisnis sumber pebiayaan ekonomi secara inklusif. Untuk mewujudkan visi tersebut, pengembangan keuangan syariah harus bersifat komprehensif,” katanya saat sambutan Hari Santri Nasional melalui daring, Kamis (22/10/2020).

Perry menjelaskan bahwa mendalam artinya tidak hanya fokus pada sisi keuangan tapi juga memberi dampak yang signifikan pada hal lainnya. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi dan sinergi banyak pihak.

“Sehingga berbagai program semakin maju. Ini juga sejalan dengan arahan Wakil Presiden [Ma’ruf Amin] yang terus mengajak kita berjamaah memacu ekonomi keuangan syariah secara inklusif sebagai ekonomi baru Indonesia,” jelasnya.

Perry menuturkan bahwa melalui Hari Santri Nasional, peran pesantren tidak cukup lagi sebagai pusat pendidikan dan dakwah atau ngaji fikih. Lembaga agama harus lebih dari itu.

“Menjadi pusat-pusat kegiatan ekonomi ngaji sugih [kaya]. Sehingga terwujud kemandirian ekonomi di pesantren. Sehingga menjadi momen pesantren untuk berperan aktif dalam ekonomi syariah nasional dan khusunya berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya.

Sugih adalah bahasa Jawa yang artinya, kaya atau kaya raya. Maksud Gubernur BI, pesantren juga dapat menumbuhkan kegiatan ekonomi yang menopang kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar pesantren, terutama dalam konteks ekonomi syariah. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi syariah ekonomi indonesia pesantren
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top