Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selain Laba Melesat, Kualitas Pembiayaan BRI Syariah (BRIS) juga Meningkat

Rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) BRIS yang sebesar 4,45 persen pada kuartal ketiga tahun lalu turun menjadi 3,35 persen pada periode sama 2020.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  10:55 WIB
Kantor BRIsyariah - brisyariah.co.id
Kantor BRIsyariah - brisyariah.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank BRI Syariah Tbk. mencatatkan peningkatan kualitas pembiayaan pada kuartal ketiga tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan di Harian Bisnis Indonesia (26/19/2020), rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) yang sebesar 4,45 persen pada kuartal ketiga tahun lalu turun menjadi 3,35 persen pada periode sama 2020.

Direktur Utama BRIsyariah Ngatari menjelaskan hal tersebut disebabkan oleh pembiayaan sebesar Rp40 triliun, tumbuh mencapai 57,90 persen year-on-year (yoy) sehingga menyebabkan baki pembiayaan bermasalah menurun.

"Kami pun fokus pada pembiayaan konsumer karena memiliki risiko yang rendah. Hal ini dikarenakan pembiayaan konsumer ini berdasarkan asset based [KPR] dan salary based [pembiayaan multi guna]," katanya dalam siaran pers BRI Syariah, Senin (26/19/2020).

Adapun, total pembiayaan konsumer yang disalurkan BRIsyariah hingga kuartal III/2020 mencapai Rp12,2 triliun atau tumbuh sebear 53,77 persen yoy.

Selain segmen konsumer, pembiayaan mikro BRIsyariah juga memberikan kontribusi besat. Penyaluran pembiayaan mikro BRIsyariah tercatat sebesar Rp10,9 triliun, tumbuh sebesar 185 persen year on year. Pembiayaan KUR yang masuk di segmen mikro mencatat pertumbuhan positif.

Penyaluran KUR BRIsyariah pada September 2020 telah mencapai 95 persen dari target total pada 2020.

“Total target KUR BRIsyariah tahun adalah Rp4,5 triliun. Alhamdulillah pada September 2020 kami telah menyalurkan Rp4,3 triliun. Artinya hampir tercapai 100 persen dari target,” lanjut Ngatari.

Di samping itu, perseroan pun masih tampak gencar melanjutlan restrukturisasi pembiayaan pada kuartal ketiga tahun ini. Baki restrukturisasi tercatat Rp4,5 triliun, naik dari kuartal kedua tahun ini yang tercatat Rp3,15 triliun.

Dari sisi laba, BRIS membukukan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar 238 persen pada kuartal III/2020 dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/YoY) dari Rp56,46 miliar menjadi Rp190,58 miliar.

Perolehan laba BRI Syariah tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil 39,63 persen YoY pada kuartal III/2020 menjadi Rp2,17 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah bri syariah pembiayaan bermasalah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top