Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tumbuh 113 Persen, Pembiayaan P2P Lending Capai Rp100 Triliun hingga September

Ke depannya, pembiayaan jenis ini akan makin meningkat. Pada 2025, P2P lending diperkirakan akan mencapai US$130 miliar.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 09 November 2020  |  17:50 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa teknologi finansial memiliki potensi besar dalam mempercepat inklusi keuangan Indonesia.

Pinjaman melalui Internet atau peer to peer (P2P) lending bahkan meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir.

“Melalui penggunaan teknologi, masyarakat dapat mengakses layanan keuangan dengan aman, nyaman, dan biaya terjangkau,” katanya melalui diskusi virtual, Senin (9/11/2020).

Berdasarkan data yang didapat, Airlangga menjelaskan bahwa keuangan digital Indonesia merupakan yang terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asean.

Pada 2019, estimasi teknologi finansial (tekfin) bernilai US$40 miliar atau tumbuh 49 persen setiap tahun. Sementara pada 2025, P2P lending diperkirakan akan mencapai US$130 miliar.

“Pembiayaan P2P lending hingga September 2020 bernilai lebih dari Rp100 triliun. Angka ini naik 113 persen secara year on year,” jelasnya.

Airlangga berharap ekosistem ini terus tumbuh. Tujuannya inklusi keuangan bisa dinikmati semua kalangan.

Apalagi, pengguna internet masyarakat Indonesia cukup tinggi. Pengguna aktif naik dari 92 juta pada 2015 menjadi 152 juta di tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airlangga hartarto fintech P2P lending
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top