Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terus Meningkat, Penggunaan QRIS di NTT Kini Mencakup 30.107 Merchant

Penggunaan QRIS di NTT terus meningkat baik UMKM, pasar tradisional, di bidang keagamaan, kesehatan, serta transaksi keuangan pemerintah daerah.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  14:43 WIB
Ilustrasi - Petugas mensosialisasikan penggunaan QRIS dengan aplikasi layanan uang elektronik LinkAja di sela-sela kick off Pekan QRIS Nasional 2020 di kampus Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Senin (9/3/2020). Bisnis - Rachman
Ilustrasi - Petugas mensosialisasikan penggunaan QRIS dengan aplikasi layanan uang elektronik LinkAja di sela-sela kick off Pekan QRIS Nasional 2020 di kampus Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Senin (9/3/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat penggunaan sistem pembayaraan digital dengan metode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di NTT meningkat mencapai 30.107 merchant atau penyedia layanan hingga November 2020.

"Penggunaan QRIS di NTT terus meningkat baik UMKM, pasar tradisional, di bidang keagamaan, kesehatan, serta transaksi keuangan pemerintah daerah," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT I Nyoman Ariawan Atmaja dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat.

Dia mengatakan penggunaan QRIS di NTT yang terus meningkat hingga 30.107 merchant ini berkat dukungan dari pihak perbankan dan penyelenggara jasa sistem pembayaran.

Pembayaran dengan metode QRIS, lanjut dia, membantu pihak merchant maupun masyarakat sebagai pengguna dalam melakukan transaksi keuangan yang efisien, aman, dan lancar.

Ariawan mengatakan pihaknya terus berupaya mempercepat digitalisasi sistem pembayaran dengan metode QRIS agar terus meningkat di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini.

Pada Maret 2020 lalu, lanjut dia, kampanye penggunaan QRIS telah dilakukan secara luas melalui kegiatan Pekan QRIS Nasional. Ariawan pun mengapesiasi dukungan pemerintah provinsi NTT bersama DPRD dan Forkopimda yang turut memberikan andil dalam penggunaan QRIS.

Lebih lanjut, dia mengatakan di bidang keuangan pemerintah, pihaknya terus mendorong upaya memperkuat efisiensi dan tata kelola keuangan pemerintah daerah melalui elektronifikasi baik pendapatan maupun belanja.

Berdasarkan evaluasi Bank Indonesia, tingkat elektronifikasi pemerintah provinsi serta kabupaten/kota se-NTT saat ini berada pada tahap dua yakni transformasi. "Karena itu ke depan capaian elektronifikasi tersebut perlu ditingkatkan terutama di sisi pendapatan daerah," katanya.

Ariawan menambahkan selanjutnya untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi maka perlu segera dibentuk tim percepetan dan perluasan digitalisasi daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan QR code QRIS
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top