Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hati-Hati! Warga Net Ungkap Modus Tipu-Tipu CS Palsu Jenius

Sebagai informasi, seorang nasabah Jenius PT Bank BTPN Tbk. @mila_mile, yang hampir ditipu oleh CS palsu, mencuit di Twitter dan membuat sebuah thread terkait hal tersebut.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 13 Desember 2020  |  10:50 WIB
Ilustrasi kejahatan siber - Reuters/Dado Ruvic
Ilustrasi kejahatan siber - Reuters/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA -- Warga net kembali mengingatkan nasabah perbankan untuk berhati-hati terkait adanya modus kejahatan customer service (CS) palsu.

Sebagai informasi, seorang nasabah Jenius PT Bank BTPN Tbk. @mila_mile, yang hampir ditipu oleh CS palsu mencuit di Twitter dan membuat sebuah thread terkait hal tersebut, pada Sabtu (12/12/2020).

Dia menjelaskan dirinya dihubungi melalui Whatsapp oleh pihak yang mengaku dari Jenius Bank BTPN. Pihak tersebut awalnya hanya mengingatkan adanya pergantian kartu oranye.

Nasabah merasa curiga karena CS menghubungi melalui telepon Whatsapp, bukan melalui jalur telepon biasa. 

CS palsu tersebut juga meminta nasabah untuk login ke aplikasi dan minta diberitahukan masa berlakunya. Pihak tersebut pun meminta dengan nada memaksa sehingga membuat nasabah tersebut marah dan timbul cek-cok. Apalagi CS palsu mengancam akan membekukan dananya.

"Orang tipu ini awalnya nelpon hanya ngasih tau info soal kartu akan diganti. Ujug2 minta login aplikasi. Lah, kan data kita ada di sana dong harusnya, ngapain kita musti yang ngasih masa berlaku kartu ke dia," katanya, dalam cuitan Twitter.

Pada akhirnya, CS palsu tersebut menyerah dan menutup telepon. Sang nasabah pun segera menghubungi call center Jenius yang resmi di nomor 1500365.

Dari pihak resmi Jenius menyatakan hingga saat ini tidak ada program pergantian kartu oranye.

Sebelumnya, menanggapi masalah tindak kejahatan yang mengancam nasabah, Communications & Daya Head Bank BTPN Andrie Darusman keamanan dan kenyamanan nasabah merupakan prioritas utama. Untuk itu, Jenius menerapkan sistem keamanan berlapis dengan teknologi terkini.

Namun, sebagai langkah antisipasi menjaga keamanan akun Jenius, perseroan pun berharap nasabah untuk mengikuti anjuran langkah pengamanan akun agar tetap terlindungi, dengan tidak membagikan informasi yang bersifat rahasia seperti PIN, password, One Time Password (OTP), dan data di aplikasi serta kartu Jenius Anda kepada pihak lain.

“Selain itu, jangan lupa mengganti PIN & password aplikasi secara berkala. Kami menyadari, hal ini perlu menjadi upaya bersama bagi Jenius dan nasabah agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan di waktu mendatang,” katanya.

Ketua Bidang Pengaduan dan YLKI Sularsi pun menyebutkan pengetahuan masyarakat terhadap produk dan antisipasi memang masih rendah, dan masih tetap perlu ditingkatkan.

Namun, dia berpendapat pihak perbankan perlu tetap melakukan perlindungan ekstra agar tetap dapat menjaga keamanan data sekaligus transaksi nasabah.

Dia pun berpendapat sistem keamanan perbankan masih lemah, sehingga masih memungkinkan celah bagi pihak tak bertanggung jawab melakukan fraud yang merugikan nasabah.

Di samping itu, dia berpendapat beberapa bank juga kurang proaktif memberi sosialisasi terhadap produk dan proses pengawasannya.

"Sering pula kejadian nomor telepon nasabah bocor dengan mudah ke pihak tak bertanggung jawab, membuka banyak potensi fraud yang mana nomor telp menjadi salah satu sumber data nasabah," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

modus pembobolan dana pembobolan rekening Jenius
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top