Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Muhammadiyah Kaji Penarikan Dana dari Bank Syariah Indonesia Hasil Merger

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengkaji penarikan dana dan pengalihan pembiayaan dari Bank Syariah Indonesia, bank hasil merger tiga bank syariah milik negara.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 16 Desember 2020  |  07:19 WIB
Muhammadiyah Kaji Penarikan Dana dari Bank Syariah Indonesia Hasil Merger
Logo Muhammadiyah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengkaji untuk menarik penempatan dana di Bank Syariah Indonesia, bank hasil merger BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri (BSM). Kajian itu muncul karena Bank Syariah Indonesia sudah terlampau menjadi bank yang sangat besar.

Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan pihaknya akan segera membentuk tim khusus yang beranggotakan pakar keuangan, bankir, dan mantan bankir, serta regulator untuk mengkaji penarikan dana tersebut. 

Anwar menyebut, dana dalam bentuk giro dan deposito yang semula ditempatkan di tiga bank syariah milik negara akan dipindahkan ke bank syariah yang memiliki komitmen bersama Muhammadiyah untuk  memajukan ekonomi umat dan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Hal ini perlu dipikirkan oleh Muhammadiyah karena Bank Syariah Indonesia ini sudah menjadi sebuah bank syariah milik negara yang  besar dan sudah sangat kuat di mana bank ini akan menjadi 10 bank syariah terbesar di dunia,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Rabu (16/12/2020).

Untuk diketahui, Bank Syariah Indonesia hasil merger tiga bank syariah pelat merah akan memiliki aset Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Jumlah aset dan modal inti tersebut menempatkan bank hasil merger di daftar 10 bank dengan aset terbesar di Indonesia.

Selain memiliki aset dan modal inti besar, Bank Syariah Indonesia juga akan didukung lebih dari 1.200 cabang, 1.700 jaringan ATM, serta didukung 20.000 lebih karyawan di seluruh Indonesia.

Anwar mengimbuhkan, dengan aset sebesar itu, Muhammadiyah menilai sudah saatnya bagi organisasi islam yang didirikan pada 1912 itu untuk  tidak lag mendukung Bank Syariah Indonesia.

Selain penarikan dana, Muhammadiyah juga mengkaji pengalihan pembiayaan dari Bank Syariah Indonesia ke bank syariah lainnya. Beberapa bank syariah yang bisa menjadi mitra Muhammadiyah antara lain bank syariah milik pemerintah daerah atau Bank Pembangunan Daerah.

Muhammadiyah juga memiliki opsi untuk mengalihkan dana maupun pembiayaan yang diterima dari Bank Syariah Indonesia ke bank umum syariah milik swasta. Opsi lain yang jadi pilihan adalah penempatan dan ke bank umum yang memiliki unit usaha syariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah muhammadiyah Bank Syariah Indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top