Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jumlah Aset Bumiputera di Laporan Keuangan dan Dokumen MK Berbeda. Kok Bisa?

Angka jumlah aset yang tercantum dalam dokumen putusan MK tercatat berbeda dengan yang ada dalam laporan keuangan 2019 audited Bumiputera. Terdapat selisih nilai sekitar Rp200 miliar dari kedua dokumen itu.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  15:49 WIB
Pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera 1912 melakukan aksi damai di Wisma Bumiputera, Jakarta pada Rabu (21/10/2020).  - Dok. Istimewa
Pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera 1912 melakukan aksi damai di Wisma Bumiputera, Jakarta pada Rabu (21/10/2020). - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Dokumen putusan Mahkamah Konstitusi mencantumkan nilai aset dari Asuransi Jiwa Bersama atau AJB Bumiputera 1912, tetapi angkanya berbeda jika dibandingkan dengan yang tercantum di laporan keuangan perseroan.

Kondisi keuangan terbaru dari Bumiputera belum diketahui oleh publik lantaran tidak dipublikasikannya laporan kuartalan di situs resmi perseroan. Berdasarkan pantauan Bisnis, Bumiputera hanya menampilkan laporan keuangan 2019 di situsnya.

Catatan keuangan Bumiputera pun muncul dalam Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 32/PUU-XVIII/2020 terkait uji materiil Undang-Undang 40/2014 tentang Perasuransian oleh Badan Perwakilan Anggota (BPA). Putusan itu mengabulkan sejumlah gugatan BPA, khususnya terkait perintah pembentukan Undang-Undang Asuransi Usaha Bersama.

Dalam dokumen yang diterbitkan pada pekan lalu itu, tercantum rentetan data aset Bumiputera dari tahun ke tahun. Terbaru, nilai aset unaudited Bumiputera per Juni 2020 tercatat hanya sebesar Rp10,1 triliun, padahal perseroan menghadapi utang klaim jatuh tempo yang berkisar Rp12 triliun.

Nilai aset itu menurun sekitar Rp100 miliar jika dibandingkan dengan posisi akhir 2019 senilai Rp10,2 triliun. Penurunan nilai aset itu kontras dibandingkan dengan lonjakan klaim, yang pada akhir 2019 masih berkisar Rp5,3 triliun.

Angka yang tercantum dalam dokumen putusan MK itu tercatat berbeda dengan yang ada dalam laporan keuangan 2019 audited Bumiputera. Terdapat selisih nilai sekitar Rp200 miliar dari kedua dokumen itu.

"Jumlah aset per 31 Desember 2019 Rp9,97 triliun," tertulis dalam laporan keuangan Bumiputera yang dikutip Bisnis pada Selasa (19/1/2021).

Meskipun terdapat perbedaan angka, tren penurunan nilai aset sama-sama tergambarkan dalam kedua dokumen. Dalam laporan keuangan audited, nilai aset pada 2019 itu turun 4,6 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan aset 2018 senilai Rp10,45 triliun.

Dokumen MK pun mencantumkan bahwa nilai aset pada 2019 senilai Rp10,2 triliun turun dari posisi 2018 sebesar Rp10,5 triliun. Penurunan itu terus terjadi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni 2017 senilai Rp11,9 triliun, 2016 sebesar Rp13,4 triliun, dan 2015 senilai Rp15 triliun.

Posisi aset pada 2015 tercatat sebagai yang tertinggi dalam sewindu terakhir. Nilainya tumbuh dibandingkan dengan 2014 yang sebesar Rp14,2 triliun dan 2013 senilai Rp10,9 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi ajb bumiputera 1912
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top