Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Catat Rp22,14 Triliun Modal Asing Masuk di Januari 2021

Berdasarkan data setelmen selama 2021 (year-to-date/ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto sebesar Rp22,14 triliun.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  16:18 WIB
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran masuk modal asing pada bulan pertama tahun ini mencapai Rp22,14 triliun.

“Berdasarkan data setelmen selama 2021 [year-to-date/ytd], nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto sebesar Rp22,14 triliun,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers, Jumat (29/1/2021).

Adapun, berdasarkan data transaksi 25-28 Januari 2021, BI mencatat aliran masuk modal asing di pasar keuangan domestik mencapai Rp750 miliar.

Jika dirincikan, jumlah beli neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) adalah sebesar Rp0,20 triliun, sementara beli neto di pasar saham sebesar Rp0,55 triliun.

Pada laporan yang sama, Erwin menyampaikan perkembangan nilai tukar rupiah pada minggu keempat Januari 2020. Pada Kamis (28/1/2021), rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.050 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara pada Jumat pagi (29/1/2021), rupiah dibuka menguat tipis di level (bid) Rp14.035 per dolar AS.

Di samping itu, BI mencatat yield SBN meningkat tipis pada Jumat (29/1/2021) ke level 6,22 persen, dari sebelumnya 6,21 persen pada Kamis (28/1/2021).

Erwin mengatakan BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

BI juga akan memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia sbn modal asing
Editor : Maria Elena
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top