Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Astra Life: Penjualan Asuransi Kesehatan secara Digital Tetap Moncer 2021

Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi menjelaskan bahwa secara keseluruhan, pihaknya mencatatkan pertumbuhan tren penjualan asuransi kesehatan. Hal itu bukan bahkan terjadi sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  18:39 WIB
Gedung Astra Life - astralife.co.id
Gedung Astra Life - astralife.co.id

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwa Astra atau Astra Life menilai bahwa penjualan asuransi kesehatan melalui kanal digital berpotensi terus meningkat pada 2021. Pandemi selama ini dinilai telah membentuk kesadaran masyarakat akan proteksi.

Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi menjelaskan bahwa secara keseluruhan, pihaknya mencatatkan pertumbuhan tren penjualan asuransi kesehatan. Hal itu bukan bahkan terjadi sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020.

Menurutnya, berbagai risiko yang terjadi selama pandemi Covid-19 membuat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap proteksi. Alhasil, tren pertumbuhan penjualan asuransi kesehatan pun berlanjut di masa pandemi, meskipun perekonomian cukup tertekan.

"Peningkatan penjualan terlihat, di masa pandemi Covid-19 itu terlihat tumbuh terus, dan lagi kita terus akan melihat kebutuhan nasabah akan produk asuransi kesehatan. Penting untuk menyesuaikan produk [asuransi] kesehatan dengan kebutuhan nasabah," ujar Windawati dalam konferensi pers peluncuran produk Flexi Health dan Medicare Premier, Rabu (17/2/2021).

Dia pun menyatakan bahwa penjualan asuransi kesehatan melaui kanal digital akan terus berkembang. Selain besarnya permintaan, hal tersebut terlihat dari pertumbuhan transaksi di laman e-commerce milik Astra Life, ilovelife.co.id.

Direktur Astra Life Sri Agung Handayani menjelaskan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan beberapa aspek, seperti skala volume proteksi, kualitas portofolio, hingga produktivitas setiap kanal pemasaran.

"Kami ingin mencoba mengisi setiap segmen [kanal pemasaran], oleh karena itu memiliki multichannel dan multiproduk," ujar Sri dalam kesempatan yang sama.

Dia menjelaskan bahwa target itu disusun setelah Astra Life mengalami perubahan pemegang saham pada 2020, kini sepenuhnya dimiliki oleh Astra. Perseroan menyadari besarnya tantangan pada tahun ini, tetapi target itu diyakini dapat tercapai.

Selain itu, Sri pun menjelaskan bahwa Astra Life mempunyai target untuk bisa mencapai profitabilitas lebih cepat di tengah pandemi Covid-19. Penjualan produk asuransi kesehatan menjadi salah satu motor bagi perseroan untuk mencapai target-target yang ada.

"Pastinya 2021 ini kami ingin menjadi salah satu perusahaan asuransi jiwa yang dapat mencapai profitabilitas dalam rentang waktu yang lebih pendek dibandingkan industri yang lainnya," ujar Sri.

Adapun, produk yang baru diluncurkan oleh Astra Life adalah Flexi Health, produk asuransi murni dengan manfaat santunan rawat inap hingga Rp1 juta per hari. Produk tersebut dapat dibeli secara daring melalui laman ilovelife.co.id tanpa memerlukan cek medis.

Lalu, produk kedua adalah Medicare Premier, produk asuransi tambahan yang memberikan manfaat jaminan perawatan medis menyeluruh. Manfaat ini berlaku di seluruh dunia dan menawarkan manfaat yang tidak tergerus oleh inflasi akibat kenaikan biaya kesehatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi asuransi kesehatan
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top