Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Bilang Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan Terbatas ke Depan, Ini Alasannya

Ruang penurunan suku bunga acuan yang semakin terbatas tidak berarti kebijakan moneter BI tersebut tidak mendukung pemulihan ekonomi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 25 Februari 2021  |  13:06 WIB
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020).  Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan atau BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sudah sangat terbatas.

Pasalnya, BI telah menurunkan suku bunga acuan hingga ke level terendah menjadi sebesar 3,5 persen pada Rapat Dewan Gubernur minggu lalu.

“Kami sampaikan tentu saja dengan sekarang BI sudah sangat agresif menurunkan suku bunga BI menjadi 3,5 persen. Dengan sasaran inflasi 3 persen, room kami untuk menurunkan suku bunga menjadi lebih terbatas,” katanya, Kamis (25/2/2021).

Perry menjelaskan, ruang penurunan suku bunga acuan yang semakin terbatas tidak berarti kebijakan moneter BI tersebut tidak mendukung pemulihan ekonomi.

Sebagai salah satu negara berkembang, imbuhnya, BI masih perlu menjaga perbedaan suku bunga di dalam dan di luar negeri. Hal ini dikarenakan negara berkembang masih membutuhkan pendanaan dari luar negeri.

“Itu juga sebagai dasar pertimbangan dan itu yang kami lakukan di BI,” jelasnya.

Dia menyampaikan, saat ini Bi dan Otoritas Jasa keuangan (OJK) masih terus mendorong transmisi penurunan suku bunga acuan ke suku bunga kredit perbankan, seiring dengan selisih (spread) suku bunga dasar kredit bank terhadap suku bunga acuan masih sangat tinggi, yaitu sebesar 6,36 persen.

Selain melalui kebijakan suku bunga rendah, Perry menambahkan, bank sentral juga turut mendorong pemulihan ekonomi melalui jalur kuantitas atau quantitative easing, serta BI ikut membiayai APBN.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia suku bunga acuan
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top