Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank CIMB Niaga (BNGA) Catat KPR Membaik pada Awal Tahun

Mortgage & Secured Loan Business Head CIMB Niaga Heintje Mogi menyebutkan rata-rata pencairan KPR perseroan pada Januari dan Februari masing-masing sekitar Rp700 miliar.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 18 Maret 2021  |  16:07 WIB
Karyawati beraktivitas di salah satu cabang Bank CIMB Niaga di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di salah satu cabang Bank CIMB Niaga di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk. memperkirakan kredit pemilikan rumah (KPR) akan membaik pada 2021. Hal tersebut terindikasi dari pencairan KPR yang lebih tinggi pada dua bulan pertama tahun ini.

Mortgage & Secured Loan Business Head CIMB Niaga Heintje Mogi menyebutkan rata-rata pencairan KPR perseroan pada Januari dan Februari masing-masing sekitar Rp700 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dari bulan yang sama tahun lalu di kisaran Rp500 miliar.

Pada Maret ini, pencairan kredit juga diperkirakan lebih baik dibandingkan dengan dua bulan pertama tersebut. Oleh karena itu, CIMB Niaga optimistis KPR pada kuartal I/2021 akan lebih baik.

"Saya punya pendapat pasti akan tumbuh. Indikator ada di dua bulan pertama karena saya lihat penjualan bagus di beberapa proyek developer, termasuk secondary sudah mulai meningkat. Apalagi ditambah stimulus dari pemerintah. Saya lihat ini akan meningkat terus," katanya katanya dalam diskusi tentang KPR secara virtual, Kamis (18/3/2021).

Pencairan KPR yang tumbuh pada dua bulan pertama karena beberapa faktor. Di samping tingkat kepercayaan masyarakat yang membaik, juga didorong beberapa broker dan developer menawarkan harga yang sangat menarik pada saat launching. Di samping itu, suku bunga rata-rata bank sudah berada di kisaran single digit atau di antara 5-6 persen untuk fix 6 tahun.

Menurut Heintje, hal tersebut yang mendorong penjualan properti cukup signifikan. Adapun, adanya relaksasi uang muka KPR, perseroan belum melihat adanya geliat permintaan. Sebab, peraturan tersebut baru berjalan dua pekan sejak berlaku 1 Maret 2021 dan saat ini baik bank, broker, developer, masih melakukan sosialiasi.

"Peraturan ini masih baru, keluar Maret dan berlaku kurang lebih sampai Desember. Ini pasti akan mendorong [KPR], tapi tren itu belum kelihatan karena saat ini masih sosialiasi," katanya.

Adapun segmen KPR yang paling banyak tumbuh pada tahun ini diperkirakan tidak akan berbeda dengan tahun lalu. Heintje mengatakan pertumbuhan banyak terjadi dengan ticket size Rp700 juta - Rp800 juta.

Meski KPR di bawah Rp1 miliar masih menjadi preferensi nasabah, tetapi mulai terjadi penjualan rumah di atas Rp2 miliar. Menurutnya, indikasi tersebut permintaan KPR untuk rumah mewah mulai rebound.

"Tahun ini masih akan tetap berjalan di segmen rumah di bawah 1 miliar sekitar 70 persen. [Permintaan KPR] rumah-rumah mewah sudah mulai ada karena indikasinya sudah terlihat dua bulan terakhir sudah mulai rebound," imbuhnya.

Pertumbuhan KPR yang membaik juga tercermin dari laporan uang beredar Bank Indonesia Januari 2021. Kredit Pemilikan Rumah pada posisi Januari 2021 mencapai 521,2 triliun atau tumbuh 3,6 persen secara yoy. Pertumbuhan itu lebih tinggi dari pertumbuhan pada posisi Desember 2020 sebesar 3,4 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr cimb niaga perumahan
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top