Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dorong UMKM Tembus Pasar Global, LPEI Gelar Pelatihan di Jawa Tengah

LPEI bekerja sama dengan Kabupaten Kendal dan Kabupetan Demak, Jawa Tengah untuk mengembangkan kapasitas pelaku usaha dalam menghasilkan produk berorientasi ekspor yang unggul dan berdaya saing.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  20:42 WIB
Indonesia Eximbank - Bisnis
Indonesia Eximbank - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI menilai bahwa kapasitas industri kecil dan menengah atau IKM, serta usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM harus terus dikembangkan. Lembaga itu pun menjalin kerja sama pengembangan UMKM dengan pemerintah daerah.

Direktur Eksekutif LPEI D. James Rompas menjelaskan bahwa pengembangan ekspor nasional merupakan misi LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. Untuk itu, LPEI pun menjalin kerja sama dengan Kabupaten Kendal dan Kabupetan Demak, Jawa Tengah untuk mengembangkan kapasitas pelaku usaha di sama.

Kerja sama tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani James dan Bupati Kendal Dico Ganinduto pada Kamis (25/3/2021). Pada saat yang sama di tempat berbeda, penandatangan nota kesepahaman kerja sama pun dilakukan Direktur Pelaksana III LPEI Agus Windiarto dengan Pemerintah Kabupaten Demak.

Dalam kerja sama tersebut, LPEI akan membuka program pelatihan tematik ekspor untuk IKM serta UMKM di Kendal dan Demak. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pelaku usaha dalam menghasilkan produk berorientasi ekspor yang unggul dan berdaya saing.

Kerja sama itu berlaku hingga 25 Maret 2022 dan dapat diperpanjang. Program itu pun merupakan bagian dari Coaching Program for New Exporters (CPNE) yang sudah diselenggarakan LPEI sejak 2015.

’’LPEI memiliki program CPNE yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha hingga mencetak eksportir baru. Program ini kami laksanakan secara berkelanjutan selama satu tahun,’’ ujar James dalam keterangan resmi yang diperoleh Bisnis pada Jumat (26/3/2021).

Sepanjang 2020, CPNE LPEI dilaksanakan secara virtual dengan mengikutsertakan UMKM dari Yogyakarta, Makassar, dan Kalimantan. Meski dilakukan secara virtual, program itu melahirkan 21 eksportir baru dari berbagai sektor, di antaranya furnitur serta makanan dan minuman.

’’Pandemi Covid-19 bukan halangan bagi kami untuk tetap menjalankan program CPNE sebagai salah satu mandat dan dukungan LPEI kepada segmen UMKM berorientasi ekspor. Dalam hal ini, kami memberikan pendampingan agar para pelaku UMKM tetap dapat mempertahankan bisnisnya bahkan diharapkan mampu melakukan ekspor perdana,’’ ujar James.

Pada tahun ini 2021, LPEI akan melaksanakan program CPNE di tiga kota, yaitu Medan, Surakarta, dan Bali. Adapun, materi pelatihan yang akan diberikan berupa mekanisme ekspor, penyusunan laporan keuangan hingga akses pembiayaan ekspor.

’’Kami berharap pandemi akan segera berakhir dan pendampingan UMKM bisa dilakukan secara langsung dan tatap muka sehingga bisa lebih optimal,” ujar James.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance pembiayaan lpei
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top