Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak 'Jadul' Lagi dan Bisa Rebut Hati Milenial, Ini Cara Pegadaian

Salah satu bukti kesuksesan Pegadaian merebut hati nasabah muda, yakni lewat produk tabungan emas.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 Maret 2021  |  12:39 WIB
Karyawan melintas didekat logo  PT Pengadaian (Persero) di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan melintas didekat logo PT Pengadaian (Persero) di Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pegadaian (Persero) kini tak lagi identik dengan 'emak-emak' yang menggadai asetnya karena terhimpit kondisi ekonomi. Berkat digitalisasi, ekosistem nasabah BUMN ini telah mencakup para pelaku usaha ultra mikro 'unbankable', bahkan generasi milenial yang melek investasi.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo mengungkap salah satu bukti kesuksesan Pegadaian merebut hati nasabah muda, yakni lewat produk tabungan emas.

"Dari nasabah tabungan emas saat ini sekitar 5,3 juta orang, terdapat sekitar 45 persen generasi milenial umur 25 sampai 40 tahun, bahkan sekitar 5 persen berusia kurang dari 25 tahun, sementara sekitar 40 persen berusia di atas 40 tahun," ungkapnya kepada Bisnis, Sabtu (27/3/2021).

Harianto mengakui produk tabungan emas merupakan salah satu garda depan Pegadaian dalam memperkenalkan ekosistem produk-produk keuangan Pegadaian lain kepada generasi muda.

Harapannya, apabila para nasabah muda yang terbilang makin melek investasi ke depan berniat memasuki dunia usaha, mereka tak akan kesulitan mendapatkan permodalan dari ekosistem Pegadaian.

"Lagipula, milenial juga harus mulai berpikir untuk menabung atau mengumpulkan modal usaha sejak dini, daripada untuk komsumtif terus. Makanya, kami ikut mengakomodasi supaya mereka bisa mulai dari yang kecil-kecil, seperti di tabungan emas," tambahnya.

Beberapa produk yang bisa mereka manfaatkan, di antaranya gadai konvensional maupun syariah, gadai emas, pinjaman modal produktif, juga gadai efek yang mengakomodasi gadai kepemilik saham LQ45, surat utang negara (SUN), dan obligasi negara ritel atau ORI.

Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian Teguh Wahyono mengungkap bukti lain terkait keberhasilan menggandeng milenial, yakni melonjaknya transaksi digital dari aplikasi Pegadaian Digital dan lewat kerja sama dengan beberapa e-commerce, dompet digital, atau platform digital lain.

Selama 2020, Pegadaian mencatatkan lebih dari 20 juta transaksi digital yang notabene dilakukan kalangan melek internet berumur di bawah 35 tahun, dan menargetkan transaksi ini tumbuh setidaknya mencapai 30 persen pada 2021.

"Ekosistem layanan Pegadaian terus kita upayakan untuk menopang strategi regenerasi nasabah. Jadi transformasi digital bukan hanya untuk mengajak nasabah eksisting [beralih ke digital], tapi juga memperkenalkan layanan kita ke yang muda," ujarnya dalam sesi wawancara khusus kepada Bisnis.

Contoh layanan baru buat generasi muda yang tengah Pegadaian upayakan ke depan, antara lain mengakomodasi produk keuangan buat para pekerja kreatif yang notabene tergolong 'underserved', serta membuat tabungan emas semakin likuid dengan cara bisa langsung digunakan untuk belanja atau bayar tunda (paylater).

Digitalisasi Ultra Mikro

Sekadar informasi, Pegadaian akan menjadi salah satu elemen pembentuk holding BUMN Ultra Mikro (UMi) bersama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Holding ini diharapkan mampu memberikan suatu ekosistem jaringan komunikasi yang lebih besar dan mendorong keterkaitan supply-chain buat para UMKM yang telah menjadi nasabah eksisting ketiga perusahaan.

BRI diharap menjadi sumber likuiditas yang memungkinkan bunga atau biaya layanan PNM dan Pegadaian lebih murah. Adapun, PNM unggul dari segi jangkauan kepada komunitas pelaku UMi yang unbankable di pedesaan, yang diharapkan mampu mereferensikan para pelaku yang telah naik kelas.

Sementara itu, Pegadaian dengan fleksibilitas produk dan keunggulannya dari sisi digitalisasi, membuat ekosistemnya signifikan menyumbang pangsa nasabah yang belum bisa diraih BRI maupun PNM.

Tuti Ermawati, Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI) sepakat bahwa langkah transformasi digital Pegadaian membuatnya unggul ketimbang lembaga pembiayaan mikro lainnya.

Lewat tingkat suku bunga yang kompetitif dan ditopang lahanan yang makin mudah, perusahaan yang telah berdiri sejak 1746 dan fokus melayani layanan pergadaian Tanah Air sejak 1901 ini dianggapnya cukup berhasil dalam merambah pelaku usaha di era modern.

"Pelaku usaha mikro dan kecil sekarang ini cenderung butuh dana cepat dan mudah, walaupun nilainya tidak terlalu besar, apalagi setelah ada pandemi. Makanya layanan fintech itu sekarang tampak unggul. Tapi saya rasa dengan Pegadaian yang tengah mempermudah layanan lewat digitalisasi, mereka bakal dilirik juga karena lebih murah dan sudah lebih terpercaya," ujar Tuti kepada Bisnis.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto pun menjelaskan bahwa holding UMi akan memperkuat data base pelaku UMi dan UMKM yang sangat bermanfaat dalam mendukung suksesnya program pemerintah dalam pembangunan ekonomi.

Perluasan akses ini terjadi karena masing-masing institusi dapat saling memanfaatkan outlet, agen, dan tenaga pemasar secara terintegrasi. Ketiga institusi juga bisa saling memanfaatkan Gedung kantor/outlet dan agen masing-masing perusahaan untuk memasarkan produk secara cross selling

Kus pun berharap lewat kerja sama antaranggota holding, daerah-daerah yang belum terjangkau oleh outlet Pegadaian pun dapat dilayani di outlet BRI, agen BRIlink, dan PNM.

"Holding ini juga akan menciptakan efisiensi karena penggunaan teknologi dapat dilakukan secara terintegrasi. Dengan integrasi ini, maka transaksi nasabah ketiga perusahaan semakin cepat, akurat, mudah dan hemat," jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri pegadaian pmn holding bumn
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top