Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OJK Dorong Bank Salurkan Kredit Tambahan ke Industri Horeka, Tepatkah?

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah sektor pariwisata saat ini utamanya tidak membutuhkan kredit. Mereka membutuhkan adanya pengunjung, tamu, atau konsumen.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 12 April 2021  |  18:26 WIB
Tamu W Bali Seminyak juga dapat bersantai di akhir pekan dengan menikmati pemandangan sunset dengan alunan musik yang groovy dan asyik dari Andy Chunes (PNNY / NL), Marc Roberts (Pantai People) dan Damian Saint pada 27 Maret 2021.  - W Bali
Tamu W Bali Seminyak juga dapat bersantai di akhir pekan dengan menikmati pemandangan sunset dengan alunan musik yang groovy dan asyik dari Andy Chunes (PNNY / NL), Marc Roberts (Pantai People) dan Damian Saint pada 27 Maret 2021. - W Bali

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan memberikan dukungan kepada sektor pariwisata dan leisuredengan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha di industri Horeka (hotel, restoran, cafe) untuk mendapatkan kredit modal kerja baru meskipun memiliki kredit yang telah direstrukturisasi.

OJK optimistis pemulihan sektor pariwisata bisa lebih cepat di 2021. Apalagi sejumlah wisatawan mulai berdatangan ke pulau dewata tersebut sehingga pelaku usaha bisa menyiapkan utilisasinya.

Lantas, apakah kebijakan ini dapat mendorong momentum tepat untuk pemulihan ekonomi?

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengapresiasi upaya OJK membantu dan memberikan dukungan kepada sektor pariwisata. Namun, pulihnya sektor pariwisata lebih ditentukan oleh meredanya pandemi.

Menurutnya, sektor pariwisata masih sulit untuk bangkit selama pandemi masih berlangsung. Aktivitas sosial ekonomi masyarakat juga masih terbatas, apalagi dengan adanya PPKM dan larangan mudik. Meski begitu, proses tersebut memang harus dijalani untuk menghindari munculnya gelombang kedua pandemi yang jauh lebih berbahaya. '

"Sektor pariwisata saat ini utamanya tidak membutuhkan kredit. Mereka membutuhkan adanya pengunjung, tamu, atau konsumen, yang selama pandemi ini menurun drastis. Selama permintaan ini tidak juga meningkat mendekati normal, sektor pariwisata tdk membutuhkan pembiayaan atau kredit," katanya, Senin (12/4/2021).

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit lebih tepat guna bagi pelaku usaha di industri Horeka. Adanya kesempatan pemberian kredit tambahan justru dikhawatirkan akan menjadi beban baru bagi pelaku industri. Sebab, sektor pariwisata saat ini masih dihadapkan pada tantangan jumlah kunjungan yang menurun drastis.

"Yang lebih dibutuhkan pelaku industri di Horeka adalah bagaimana dengan cash flow yang ada, mereka bisa memenuhi kewajibannya," imbuhnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel pariwisata kredit OJK
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top