Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Genjot Kinerja 2021, AXA Mandiri Siapkan Sejumlah Strategi. Apa Saja?

Axa Mandiri memperoleh premi Rp11,19 triliun atau naik 17,8 persen (yoy) pada 2020 dari sebelumnya Rp9,5 triliun.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 15 April 2021  |  20:07 WIB
Karyawan melayani nasabah AXA Mandiri di  Jakarta, Rabu (3/1/2021). Bisnis - Abdurachman
Karyawan melayani nasabah AXA Mandiri di Jakarta, Rabu (3/1/2021). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — PT AXA Mandiri Financial Services menyiapkan sejumlah strategi untuk menggenjot kinerja pada 2021, mulai dari pengembangan produk tradisional hingga asuransi mikro. Sinergi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. selaku induk usaha menjadi strategi utama tahun ini.

Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma menjelaskan bahwa pada tahun lalu, pihaknya berhasil membukukan kinerja top line yang positif. Perseroan memperoleh premi Rp11,19 triliun atau naik 17,8 persen (yoy) dari sebelumnya Rp9,5 triliun.

Kinerja tersebut membuat perseroan pada 2020 membukukan laba Rp1,002 triliun, turun 0,2 persen (yoy) dari sebelumnya Rp1,004 triliun. Menurut Handojo, tumbuhnya perolehan premi dan upaya digitalisasi memengaruhi terjaganya laba dari dampak pandemi Covid-19.

Pada tahun ini, AXA Mandiri menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja bisnis. Menurut Handojo, seluruh strategi memiliki kaitan besar dengan Bank Mandiri selaku induk usaha dan satu-satunya mitra bancassurance dari perseroan.

Menurut Handojo, 63 persen pendapatan premi perseroan berasal dari saluran in branch, yakni financial advisor AXA Mandiri yang berada di kantor cabang Bank Mandiri. Sekitar 20 persen perolehan premi berasal dari kanal korporasi dan dana pensiun lembaga keuangan (DPLK), lalu sisanya dari telemarketing.

Kuatnya sinergi dengan induk usaha itu akan dibarengi oleh pengembangan produk asuransi dwiguna (endowment). Handojo menjelaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan komposisi produk tersebut untuk memperkuat proteksi sebagai marwah utama asuransi, alih-alih investasi.

"Kami masih ada balancing, unit-linked masih akan menjadi mayoritas cuma nuansanya lebih banyak memperkenalkan riders dari produk unit-linked yang ada. Kami mulai meningkatkan endowment untuk lebih memberikan kepastian kepada nasabah," ujar Handojo dalam konferensi pers kinerja keuangan AXA Mandiri, Kamis (15/4/2021).

Selain itu, perseroan pun akan membuat produk terpisah (stand alone product) dari rider-rider yang sudah ada. Menurut Handojo, produk yang akan dikembangkan itu misalnya asuransi critical illness dalam berbagai jenis, baik standar maupun proteksi hingga usia lanjut.

Handojo menyatakan bahwa strategi pengembangan produk itu berkaca dari kebutuhan nasabah. Nantinya, produk-produk itu akan dipasarkan kepada nasabah-nasabah yang direferensikan Bank Mandiri, berdasarkan hasil analisa kebutuhan nasabah terkait.

"Kenapa kami melakukan ini? Karena kami melihat kebutuhan nasabah yang mulai berbeda. Pandemi membuat nasabah membutuhkan kepastian [dari dananya] dan kami ingin produk-produk ini relevan dengan kebutuhan saat ini," ujarnya.

Handojo pun menjelaskan bahwa market asuransi mulai bergerak ke produk-produk tradisional, sehingga kondisi itu perlu dioptimalkan melalui potensi sinergi dengan induk usahanya. Model bisnis yang berhasil membuat kinerja perseroan terjaga pada 2020 diyakini dapat turut membuahkan hasil positif tahun ini.

"Dengan anak-anak [usaha] Mandiri yang lain kami ada kerja sama juga, ekosistem di Mandiri ini menopang kinerja," ujar Handojo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi asuransi jiwa axa mandiri
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top