Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Citi Umumkan Tutup Bisnis Consumer Banking di 13 Negara, Termasuk Indonesia

Citi CEO Jane Fraser menyatakan bahwa Citi akan memfokuskan kehadiran bisnis Global Consumer Bank di Asia dan EMEA pada empat global wealth center dan keluar dari bisnis consumer banking di 13 negara
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 15 April 2021  |  22:30 WIB
Kantor Citibank di New York. - Bloomberg / Mark Kauzlarich
Kantor Citibank di New York. - Bloomberg / Mark Kauzlarich

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahan finansial asal Amerika Serikat Citigroup Inc. mengumumkan akan merombak bisnis consumer banking globalnya bersamaan dengan rilis hasil kinerja keuangan kuartal pertama 2021.

Dalam siaran persnya, Citi CEO Jane Fraser menyatakan bahwa Citi akan memfokuskan kehadiran bisnis Global Consumer Bank di Asia dan EMEA (Europe, the Middle East, and Africa) pada empat global wealth center dan keluar dari bisnis consumer banking di 13 negara, termasuk Indonesia.

"Citi akan fokus pada global consumer bank di Asia dan EMEA melalui empat wealth center di Singapura, Hong Kong, UAE, dan London. Oleh karena itu, Citi berencana untuk keluar dari bisnis konsumer di 13 wilayah," demikian pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (15/4/2021).

Ketigabelas pasar tersebut yaitu Australia, Bahrain, China, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Filipina, Polandia, Rusia, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Sehubungan dengan rencana tersebut, CEO Citi Indonesia Batara Sianturi menyatakan penyegaran strategi oleh Citi ini akan menciptakan peluang besar bagi Citi Indonesia untuk menawarkan nilai proposisi yang berbeda dan unik kepada para klien, saat memasuki fase baru pertumbuhan dan transformasi yang berfokus pada bisnis perbankan institusional.

"Kami telah berada di Indonesia sejak 1968 dengan tim yang penuh dedikasi dan basis klien yang kuat yang telah berkontribusi pada kesuksesan kami. Saat ini kami melayani 90 persen dari 20 perusahaan terbesar di Indonesia dan pada tahun lalu kami mengumpulkan dana lebih dari US$ 10 miliar untuk para klien kami di Indonesia," katanya.

Batara menambahkan tidak akan ada perubahan langsung pada operasi Citi Indonesia dan tidak ada dampak langsung terhadap para karyawan perusahaan setelah pengumuman ini.

"Untuk saat ini, kami akan terus melayani klien dan nasabah kami dengan penuh perhatian, empati, dan dedikasi yang sama seperti yang kami lakukan selama ini,” ujar Batara.

Adapun, pada kuartal I/2021, Citigroup membukukan laba bersih senilai US$7,9 miliar dengan pendapatan senilai US$19,3 miliar.

Jika dibandingkan dengan kinerja kuartal I/2020, dari sisi pendapatan terdapat penurunan 7 persen yoy dari US$20,7 miliar. Sementara, laba bersih justru mengalami kenaikan dari US$2,5 miliar yang didorong oleh biaya kredit yang lebih rendah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

citibank citigroup citi indonesia produk konsumer
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top