Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Generali Sebut Tiga Tantangan Nasabah dalam Pengelolaan Unit-Linked

Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI, yang dikenal sebagai unit-linked merupakan portofolio utama di Generali Indonesia.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 26 April 2021  |  17:44 WIB
Karyawan melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia di Jakarta, Kamis (2/7/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia menilai bahwa terdapat tiga tantangan utama pengelolaan unit-linked oleh nasabah asuransi, salah satunya terkait kurangnya pengetahuan tentang investasi. Fitur robot pengelola investasi pun dapat menjadi solusi tantangan itu.

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirmanmenjelaskan bahwa produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI, yang dikenal sebagai unit-linked merupakan portofolio utama di perusahaanya. Tren yang sama pun terjadi di industri asuransi jiwa, di mana sekitar 63,1 persen portofolio industri merupakan produk unit-linked.

Meskipun menjadi portofolio dominan di industri, Edy menjelaskan bahwa nasabah asuransi kerap menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan unit-linked. Setidaknya, Generali menilai terdapat tiga tantangan utama yang dihadapi nasabah.

"Tiga tantangan utama dalam mengelola investasi unit-linked yaitu minimnya pengetahuan tentang investasi, tidak cukup waktu untuk memantau portofolio investasi, dan disiplin yang kuat untuk menyesuaikan strategi investasi dengan kondisi yang ada," ujar Edy pada Senin (26/4/2021).

Menurutnya, tantangan itu dapat diatasi salah satunya oleh fitur robot yang membantu pengelolaan investasi. Generali sendiri mengembangkan fitur robot bernama RoboARMS yang diluncurkan sejak April 2019.

Edy menjabarkan bahwa RoboARMS mengelola unit-linked nasabah secara otomatis dan melakukan langkah adaptif dalam mencegah risiko terburuk. Fitur itu menurutnya terbukti membuahkan hasil positif, yakni portofolio investasi para nasabah yang mengaktifkan RoboARMS terkola dengan baik pada 2020 saat indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi dan tetap inline saat pasar rebound.

“Selama pandemi ini, Generali terus mengoptimalkan kinerja RoboARMS. Adanya #AutoKendali dari fitur RoboARMS tentu memberi kenyamanan dan kemananan bagi para pemegang polis karena terbukti menunjukkan hasil yang baik di tengah pergerakan pasar," ujar Edy.

Berdasarkan data Generali per Maret 2021, sebanyak 97 persen dari seluruh polis unit-linked nasabah yang telah mengaktifkan fitur RoboARMS mencatatkan kinerja investasi di atas IHSG. Bahkan, Edy menjelaskan, beberapa di antaranya mencapai kinerja hingga 30 persen di atas IHSG. 

"Dengan unit-linked yang terkendali, Generali berharap nasabah bisa memiliki perlindungan kesehatan serta finansial yang maksimal, terlebih di masa-masa sulit seperti ini,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi asuransi jiwa generali indonesia asuransi jiwa generali indonesia
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top