Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dapat Izin Penuh dari OJK, Pintek Incar Penyaluran Rp700 Miliar di 2021

Target agresif tersebut merupakan upaya untuk menjawab berbagai tantangan dalam pendanaan pendidikan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 08 Mei 2021  |  05:57 WIB
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah mengantongi izin penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Pinduit Teknologi Indonesia atau Pintek mengincar penyaluran pinjaman agresif pada 2021.

Sebelumnya, Pintek juga telah terdaftar sejak 2018, dan kini statusnya menjadi berizin penuh sebagai penyelenggara financial technology peer-to-peer lending berdasarkan surat keputusan KEP-27/D.05/2021 per tanggal 21 April 2021.

Hal ini mendukung komitmen Pintek untuk menjaga kredibilitasnya dalam penyaluran pendanaan di sektor pendidikan dan bagi kebutuhan pelaku usaha di bidang pendidikan di Indonesia.

Tommy Yuwono, Co-Founder dan Direktur Utama Pintek mengatakan target hingga Rp700 miliar pada akhir 2021 merupakan upaya untuk menjawab berbagai tantangan dalam pendanaan pendidikan.

Harapannya dengan layanan Pintek Institutions bagi institusi pendidikan dan edu-supplier, hingga Pintek Students bagi orang tua dan murid, penyaluran dana dari Pintek dapat memperluas kesempatan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

"Hal ini tidak lepas dari dukungan dan arahan pengurus dan rekan-rekan di AFPI yang sangat membantu. Kami ingin terus mendukung program OJK untuk mengedukasi masyarakat mengenai industri fintech agar industri ini semakin berkembang dan maju. Mendapatkan status berizin dari OJK, kami ingin melanjutkan misi kami dalam membuka akses pendanaan untuk pendidikan di Indonesia seluas-luasnya," jelasnya dalam keterangannya, Jumat (7/5/2021).

Beberapa tantangan menjadi sorotan antara lain, menurut Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana, Kemdikbud, ada lebih dari 68 juta siswa terdampak pandemi dan harus belajar dari rumah, serta lebih dari 642 ribu institusi pendidikan yang ikut terdampak operasionalnya. Juga belum meratanya kesiapan institusi pendidikan menjadi tantangan tersendiri yang menghambat proses belajar mengajar di masyarakat.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Dana BOS hingga Rp 3 Triliun untuk program digitalisasi sekolah. Selain itu, persiapan menuju sekolah tatap muka 2021 juga sedang diantisipasi khususnya dalam kelengkapan sarana prasarana kesehatan dan sanitasi sebagai salah satu syarat pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Hal ini kemudian meningkatkan permintaan terhadap kebutuhan sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mulai dari pengadaan alat elektronik, perangkat lunak, dan kebutuhan pendukung lainnya.

Tidak hanya itu, berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik mengenai Statistik Pendidikan 2020, faktor ekonomi masih menjadi faktor penting dalam penentuan tingkat pendidikan seseorang.

Sedangkan, menurut laporan dari Rencana Strategis Kementerian Ketenagakerjaan Tahun 2020-2024, terdapat terdapat 17 persen buruh/karyawan di Indonesia yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di masa pandemi. Sedangkan dari sisi pendapatan, 57 persen buruh/karyawan mengalami penurunan pendapatan selama pandemi. Padahal, 68 persen dari mereka mengandalkan pendapatan ini sebagai sumber mata pencaharian utama.

Oleh karena itu, solusi untuk keuangan orang tua murid juga perlu diberikan demi menunjang pendidikan siswa-siswi di Indonesia apabila orang tua terkena dampak langsung dari pandemi.

Berangkat dari fokus untuk sektor pendidikan, Tommy mengatakan Pintek kami melihat adanya peningkatan terhadap permintaan kebutuhan pendidikan, mulai dari biaya pendidikan formal dan non-formal, biaya operasional untuk sekolah, hingga kebutuhan pendanaan modal usaha untuk para vendor/UKM supplier pendidikan.

"Pada era digitalisasi ini, masyarakat semakin terbuka dengan teknologi pendanaan seperti Pintek, terutama dengan kemudahan persyaratan dan proses yang lebih fleksibel. Meski demikian, kami terus berupaya untuk meningkatkan layanan Pintek agar manfaatnya dapat dirasakan menyeluruh di masyarakat Indonesia," lanjut Tommy.

Co-Founder dan Direktur Pintek Ioann Fainsilber menambahkan tahun ini Pintek juga memfokuskan pada pendanaan modal usaha untuk vendor/UKM supplier pendidikan dalam memenuhi lonjakan permintaan terhadap sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.

"Tentunya dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan misi ini. Oleh karena itu, kami terbuka untuk inovasi dan peluang kerja sama dengan para stakeholders dalam mendorong transformasi dan pemenuhan kebutuhan pendidikan agar lebih optimal. Dengan penyaluran dana yang dibayarkan langsung kepada sekolah atau vendor-vendor penyedia kebutuhan penunjang pendidikan, kami berharap dapat mendorong produktivitas dan tetap tepat sasaran," jelasnya.

Sejak berdiri pada tahun 2018, Pintek telah menyalurkan pendanaan ke lebih dari 3.000 siswa dan lebih dari 190 mitra institusi pendidikan dengan nilai penyaluran sebesar lebih dari Rp143 miliar.

Penyaluran Pintek hingga kuartal satu tahun ini juga mengalami peningkatan 3 kali lipat dari tahun sebelumnya, seiring dengan peningkatan permintaan kebutuhan pendanaan pendidikan.

Dengan status berizin dari OJK, Pintek berharap agar lebih banyak lembaga pendidikan yang mendapatkan manfaat pendanaan yang tersedia, tidak ragu terhadap etika bisnis yang diterapkan oleh Pintek dalam menjalankan usahanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech P2P lending
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top