Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prihatin Guru TK Diteror, Ketua DPD La Nyalla Minta OJK Tutup Pinjol Ilegal

Seorang guru TK asal Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, terlilit utang 24 pinjaman online dan mendapat teror dan ancaman kekerasan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  05:52 WIB
La Nyalla Mataliti saat menyambangi rumah Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jakarta. - Bisnis/Muhammad Ridwan
La Nyalla Mataliti saat menyambangi rumah Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Jakarta. - Bisnis/Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menutup pinjaman online ilegal.

Terlebih setelah seorang guru TK mendapatkan teror serta ancaman kekerasan dari pinjol ilegal. Menurut La Nyalla, kasus yang menimpa guru TK asal Sukun, Malang, menjadi cerminan betapa jahat pinjaman online dalam menyelesaikan kasus.

"Mereka menggunakan debt collector dan mengintimidasi korban karena terlilit utang. Ini merupakan satu contoh dari ribuan korban lintah darat pinjol," ujarnya seperti dilansir Antara, Rabu (19/5/2021).

Senator asal Jawa Timur ini meminta OJK untuk melacak dan menghentikan semua aktivitas lembaga keuangan ilegal, seperti pinjol, fintech, koperasi simpan pinjam, dan lembaga-lembaga sejenis yang sangat marak dan lepas dari kontrol OJK.

"Kami akan terus memantau tindakan OJK sampai aktivitas rentenir jenis ini ditutup dan dipidanakan," tambahnya.

Kasus pinjol ilegal kembali terjadi. Kali ini, seorang guru TK asal Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, menjadi korbannya. Dia terlilit utang dengan 24 pinjaman online. Akibatnya, sang guru mendapat teror dan ancaman kekerasan.

Guru tersebut diketahui meminjam uang untuk membayar kuliah S1. Namun, yang membuat La Nyalla lebih miris adalah sang guru justru diberhentikan dari kerjanya.

"Sang guru ini harus meningkatkan kapasitasnya dengan menempuh pendidikan S1 sebagai syarat mengajar TK di tempatnya bekerja. Bukannya dibantu, dia malah dipecat. Seharusnya, kondisi seperti ini menjadi perhatian. Sebab, bukan rahasia lagi jika kita sebut gaji guru honor itu sangat jauh dari cukup, apalagi untuk membayar kuliah," katanya.

Kondisi inilah, menurut dia, kerap dimanfaatkan pinjaman online untuk menjerat korban.

"OJK harus bisa bergerak lebih cepat untuk memberantas lembaga-lembaga keuangan dengan dalih memberikan kemudahan pinjaman karena mereka sebenarnya tidak memberi kemudahan, mereka adalah rentenir yang memeras korban dengan bunga hingga 100 persen," ujar La Nyalla.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK rentenir la nyalla matalitti pinjol

Sumber : Antara

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top