Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cadangan Devisa Mei 2021 Berpotensi Cetak Rekor Lagi, Ini Pemicunya

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa pada April 2021 mencapai US$138,8 miliar. Posisi ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  16:41 WIB
Uang dolar AS. - Antara
Uang dolar AS. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom memperkirakan posisi cadangan devisa Indonesia pada Mei 2021 akan kembali mengalami peningkatan meski tidak setinggi pada bulan sebelumnya.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa pada April 2021 mencapai US$138,8 miliar. Posisi ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

Posisi cadangan devisa tersebut pun setara dengan pembiayaan 10 bulan impor atau 9,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Kepala Ekonom BCA David Sumual mengatakan peningkatan cadangan devisa yang tinggi pada April 2021 didorong oleh pembayaran pajak dan pencairan utang dan kedua faktor tersebut lebih bersifat musiman.

Oleh karena itu, kenaikan cadangan devisa pada Mei 2021 diperkirakan tidak akan setinggi bulan lalu, tetapi akan tetap stabil pada kisaran US$137 hingga US$140 miliar.

Kenaikan cadangan devisa pada Mei 2021 pun diperkirakan akan didorong, salah satunya oleh menguatnya aliran modal asing yang masuk ke pasar surat berharga negara (SBN) di akhir bulan.

Di sisi lain, BI juga tidak banyak melakukan intervensi terhadap rupiah dikarenakan nilai tukar rupiah yang cenderung stabil pada periode ini.

“Kecuali jika ada pembayaran utang, Ini yang sudah diproyeksi, tapi secara umum cadangan devisa akan stabil pada kisaran US$137 hingga US$140 miliar pada Mei 2021,” katanya kepada Bisnis, Senin (7/6/2021).

David menambahkan, cadangan devisa hingga akhir tahun juga masih berpotensi meningkat. Hal ini dipengaruhi oleh porsi kepemilikan investor asing terhadap SBN yang saat ini masih rendah.

“Kepemilikan asing sebelum pandemi Covid-19 bisa 40 persen ke total outstanding SBN, sekarang di bawah 25 persen. Jadi, aliran modal asing diharapkan akan masuk lebih besar, sehingga imbal hasil dari SBN juga bisa lebih rendah,” jelasnya.

Di samping itu, perkiraan aliran investasi asing langsung (foreign direct invetsment/FDI) yang meningkat sejalan dengan mulai diimplementasikannya UU Cipta Kerja juga akan mendorong penguatan cadangan devisa ke depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia dolar as cadangan devisa
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top