Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imbal Hasil Menarik, Fintech P2P Lending Indonesia Dilirik

Para investor mencari return yang menarik dan Indonesia menggoda karena negara lain, misal di Jepang, interest rate kecil sangat kecil.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 12 Juni 2021  |  06:45 WIB
Co Founder & Chief Executive Officer PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia Ivan Nikolas Tambunan. Bisnis - Nurul Hidayat
Co Founder & Chief Executive Officer PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia Ivan Nikolas Tambunan. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia atau Akseleran percaya bahwa industri teknologi finansial peer-to-peer (fintech P2P) lending di Indonesia bakal mulai banyak dilirik investor lokal maupun global, akibat potensi return yang menarik.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan menjelaskan bahwa platform-nya memang didominasi pendana institusi (super lender) lokal dan lender ritel yang juga dari Indonesia.

"Tapi memang pada intinya mereka semua itu kan mencari return yang menarik dan Indonesia ini menggoda. Misal, di Jepang itu kan interest rate kecil sekali, ya, bahkan bisa nol," jelasnya kepada Bisnis, Jumat (11/6/2021).

Ivan mengungkap bahwa porsi lender institusi Akseleran mencapai 30 persen dari lebih dari 15 partner, dan dihiasi institusi lokal maupun global. Seperti Bank BCA, Bank Mandiri, Bank J-Trust dan Bank Jago, sampai Saison Modern Finance, KreditPlus, MTF, dan lain-lain.

Adapun, menurut Ivan, dominasi porsi lender ritel yang kini mencapai 70 persen tetap akan dipertahankan sebagai bentuk diversifikasi lender. Terutama, untuk mengakomodasi penyaluran pinjaman dari peminjam (borrower) yang belum bisa terakomodasi syarat-syarat terkhusus dari lender ritel.

"Diversifikasi lender juga sangat penting karena lender institusi bisa tiba-tiba hilang. Misalnya, di awal pandemi tahun lalu lender institusi tiba-tiba stop lending, kan. Untung kami banyak retail lender, jadi bisa tetap jalan," tambahnya.

Sekadar informasi, platform 'berizin' OJK dengan borrower UMKM andalan di sektor engineering, infrastruktur, mining, oil and gas, dan power ini telah menyalurkan total pinjaman Rp2,46 triliun kepada 2.368 borrower selama berdiri, dengan rasio tingkat keberhasilan pinjaman 90 hari (TKB90) bertahan di 99,04 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

margin bunga fintech akseleran P2P lending
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top