Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Integrasi Bank Jago (ARTO) dan GoPay Siap Dorong Inklusi Keuangan

Dengan adanya integrasi itu, masyarakat bisa langsung membuka rekening Bank Jago dari aplikasi Gojek.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 25 November 2021  |  18:38 WIB
Gojek resmi mengumumkan kolaborasi dengan Bank Jago, Kamis (22/7/2021). Integrasi tahap awal dengan aplikasi Jago akan melengkapi opsi pembayaran non-tunai yang tersedia di aplikasi Gojek.  - Dok. Bank Jago
Gojek resmi mengumumkan kolaborasi dengan Bank Jago, Kamis (22/7/2021). Integrasi tahap awal dengan aplikasi Jago akan melengkapi opsi pembayaran non-tunai yang tersedia di aplikasi Gojek. - Dok. Bank Jago

Bisnis.com, JAKARTA – Integrasi layanan antara PT Bank Jago Tbk. (ARTO) dengan dompet digital milik Gojek, yakni GoPay dinilai mampu mendorong inklusi keuangan kepada masyarakat yang belum aktif menggunakan layanan perbankan.

Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar mengatakan integrasi tersebut merupakan terobosan baru dalam mempercepat inklusi keuangan kepada masyarakat, sebab kolaborasi ini memiliki cara baru dalam menawarkan layanan keuangan kepada pengguna GoPay.

Dengan adanya integrasi itu, masyarakat bisa langsung membuka rekening Bank Jago dari aplikasi Gojek. Pembukaan rekening tersebut tidak dikenakan biaya administrasi dan saldo minimal, serta bebas biaya top-up antara Jago dan GoPay.

“Kerja sama ini yang jelas mampu mengakselerasi inklusi keuangan dan finansial literasi karena batasan untuk masuk ke bank tidak ada lagi sehingga masyarakat bisa langsung membuka rekening Bank Jago melalui GoPay,” ujar Kharim pada Kamis (25/11/2021).

Penetrasi layanan keuangan di masyarakat memang telah menjadi fokus pemerintah. Berdasarkan Survei Nasional Keuangan Inklusif oleh Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (S-DNKI), pemerintah menargetkan inklusi keuangan mencapai 90 persen pada 2024.

Namun, sampai dengan pertengahan tahun 2021, jumlah orang dewasa yang memiliki akun bank tercatat sebesar 61,7 persen. Angka ini telah menunjukkan tren peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2018, yakni sebesar 55,7 persen.

Di sisi lain, hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) baru-baru ini menunjukkan bahwa 1 dari 5 pengguna GoPay tidak memiliki atau menggunakan rekening bank secara aktif.

Riset ini juga mengungkapkan bahwa konsumen tidak hanya melihat GoPay sebagai alat pembayaran, tapi juga juga sebagai sarana pengaturan keuangan dan jembatan ke layanan keuangan. Selain itu, 1 dari 4 pengguna GoPay tertarik membuka rekening bank melalui GoPay.

CEO GoPay Hans Patuwo menyatakan langkah integrasi antara GoPay dengan Bank Jago merupakan salah satu bentuk komitmen dalam mendukung inklusi keuangan melalui berbagai inovasi pembayaran bagi pengguna.

Menurutnya, saat ini GoPay telah berkembang jauh, yang semula hanya sebagai metode pembayaran di dalam aplikasi Gojek, kini sudah menjadi salah satu pembayaran digital terbesar dengan layanan lengkap untuk membayar tagihan hingga berinvestasi.

“Kerjasama dengan Bank Jago mengukuhkan langkah GoPay dalam memberikan akses layanan keuangan yang mudah dan terpercaya kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank jago GoPay
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top