Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Bank Neo (BBYB) Masuk Top Gainers Hari Ini, Naik 18,1 Persen

Saham Bank Neo Commerce masuk dalam deretan saham top gainers pada hari ini, Senin (29/11/2021).
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 29 November 2021  |  20:00 WIB
Karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta, Kamis (19/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar logo Bank Neo Commerce di Jakarta, Kamis (19/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Gerak saham PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) tercatat menghijau pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (29/11/2021) dengan kenaikan sebesar 18,1 persen.

Berdasarkan data di laman resmi Bursa Efek Indonesia, saham BBYB berada di peringkat keenam dari 10 emiten yang masuk top gainers. Saham Bank Neo tercatat naik sebesar 18,1 persen atau dari level Rp1.990 menuju Rp2.350 per saham. 

Sementara itu, menurut laporan RTI, jumlah saham BBYB yang diperdagangkan pada hari ini mencapai 202,1 juta dengan nilai turnover Rp464 miliar. 

Peningkatan ini melanjutkan tren positif yang dicatatkan oleh perseroan. Selama sepekan, saham BBYB tercatat tumbuh 9,30 persen. Adapun sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd), harga saham bank digital ini sudah naik 688 persen.

Sebagai catatan, BBYB akan melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) V atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1.927.162.193 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Dengan harga pelaksanaan sebesar Rp1.300 per saham, Bank Neo Commerce berpotensi memperoleh dana sebesar Rp2,5 triliun dari aksi korporasi tersebut. 

Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk. Tjandra Gunawan mengungkapkan aksi korporasi tersebut bertujuan mengakselerasi proses transformasi bank digital, sekaligus memenuhi modal inti bank digital yang ditetapkan minimal Rp2 triliun pada akhir 2021 dan Rp3 triliun akhir 2022.

“Hal ini sebagai bentuk keseriusan BNC dan untuk semakin mempercepat akselerasi transformasi menjadi bank digital terdepan di Indonesia,” ujarnya.

Dalam aksi itu, setiap pemegang saham yang memiliki 35 lembar saham dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 30 November 2021 pukul 16.00 WIB mempunyai 9 HMETD. Setiap setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru. HMETD ini diperdagangkan mulai 2 Desember hingga 8 Desember 2021.

Tjandra menuturkan penambahan modal itu juga diprioritaskan perseroan untuk investasi berkelanjutan pada teknologi informasi, mendukung kinerja operasional, di antaranya pengembangan dan rekrutmen karyawan, kegiatan promosi serta edukasi tentang bank digital.

Selain itu, modal yang dihasilkan juga ditujukan untuk pengembangan aplikasi neobank milik BNC melalui peningkatan berbagai fitur dan layanan perbankan yang inovatif, serta untuk memperkuat rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).

Saat ini, aplikasi neobank milik BNC dikenal akan inovasi produk dan layanannya yang interaktif, diantaranya terdapat Neo Jurnal, fitur chat, dan games Dunia Neo. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga saham bank neo commerce
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top