Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekening Pengguna Tembus 71,8 Juta, Fintech Lending Makin Dipercaya

Jumlah pengguna tersebut terdiri dari 71 juta borrower, dan 789 ribu lender. Artinya, sudah begitu banyak masyarakat Indonesia yang mengenal dan menggunakan fasilitas fintech P2P lending.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 09 Desember 2021  |  12:45 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap beberapa indikator yang menandakan industri teknologi finansial pendanaan bersama alias peer-to-peer (P2P) lending makin dipercaya masyarakat.

Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Financial Technology OJK Tris Yulianta menjelaskan bahwa industri fintech P2P lending makin relevan sebagai pengisi kekosongan layanan keuangan bagi UMKM.

Pasalnya, dari total 64,2 juta pelaku UMKM dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 61 persen atau senilai Rp8.573,8 triliun, 69,5 persen di antaranya belum pernah mendapatkan fasilitas kredit perbankan.

"Artinya, besarnya kontribusi mereka belum diiringi dengan akses memadai terhadap pendanaan dan permodalan. Lebih dari separuh masih underbanked dan underserved," ujarnya dalam Investree Conference (i-Con) 2021, Kamis (9/12/2021).

Padahal, kebutuhan pendanaan UMKM diprediksi mencapai Rp1.605 triliun, terdiri dari kebutuhan usaha mikro Rp331 triliun, usaha kecil Rp534 triliun, dan usaha menengah Rp740 triliun yang mengambil porsi paling besar atau 46 persen.

Terkini, fintech P2P lending telah berkontribusi melakukan penyaluran pinjaman Rp272,4 triliun sejak 2016, dari 71,8 juta rekening sebagai pemberi pinjaman (lender) maupun penerima pinjaman (borrower).

Pengguna ini tepatnya terdiri dari 71 juta borrower, dan 789 ribu lender. Artinya, sudah begitu banyak masyarakat Indonesia yang mengenal dan menggunakan fasilitas fintech P2P lending.

OJK juga mengapresiasi industri dan para pemain yang bisa mempertahankan tingkat gagal bayar. Selain itu, OJK pun menyambut baik keputusan industri memperkecil pengenaan bunga harian.

"Adapun, terkhusus sektor produktif di tahun ini mengambil porsi Rp67 triliun atau 53,63 persen dari total penyaluran. Mencatatkan peningkatan dari tahun ke tahun. Data tersebut menggambarkan begitu besar peran industri sebagai salah satu alternatif pendanaan UMKM. Semakin tingginya penyaluran pinjaman juga turut menggambarkan meningkatkan kepercayaan masyarakat, terutama terkait sektor produktif, baik dalam hal meminjamkan atau memperoleh pendanaan," tambah Tris.

Terakhir, OJK berharap para pemain industri fintech lending terus memperbesar berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk memainkan perannya sebagai penghubung UMKM terhadap akses permodalan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK fintech Pinjaman Online
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top