Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LPS Jamin Keamanan Sistem Pelaporan Informasi Nasabah di SCV Client

Single Customer View (SCV) adalah informasi menyeluruh terkait simpanan dan pinjaman setiap nasabah pada suatu bank serta nilai simpanan yang dapat dijamin sesuai dengan ketentuan program penjaminan simpanan.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 11 Desember 2021  |  08:22 WIB
Direktur Group Sistem Informasi LPS Monang Siringoringo menjelaskan sistem informasi baru Single Customer View (SCV) dalam Media Workshop di Bandung, Jumat (10/12/2021) -  Bisnis/Hadijah Alaydrus
Direktur Group Sistem Informasi LPS Monang Siringoringo menjelaskan sistem informasi baru Single Customer View (SCV) dalam Media Workshop di Bandung, Jumat (10/12/2021) - Bisnis/Hadijah Alaydrus

Bisnis.com, BANDUNG - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan keamanan data privasi nasabah dalam penerapan sistem pelaporan informasi baru Single Customer View (SCV).

Single Customer View (SCV) adalah informasi menyeluruh terkait simpanan dan pinjaman setiap nasabah pada suatu bank serta nilai simpanan yang dapat dijamin sesuai dengan ketentuan program penjaminan simpanan.

Adapun, sistem pelaporan ini akan dinaungi dalam bentuk aplikasi, SCV Client, yang akan mulai dijalankan pada Desember 2021. Kemudian, bank umum dapat mencoba sistem baru dalam aplikasi ini pada Januari 2022.

Direktur Group Sistem Informasi LPS Monang Siringoringo menegaskan SCV menerapkan sistem keamanan yang rinci dan ketat.

"Aplikasi ini kami kembangkan benar-benar memperhatikan faktor keamanan, kenapa? karena di dalam SCV ini ada data-data sensitif," kata Monang dalam media workshop LPS di Bandung, Jumat malam (10/12/2021).

Dalam SCV Client, bank nantinya akan mengunggah lima berkas ke dalam sistem, yaitu data nasabah perbankan, data simpanan nasabah, data kewajiban nasabah, data ringkas per nasabah dan data ringkas per bank.

Namun, dia menuturkan hanya data ringkas per nasabah dan data ringkas per bank yang dilaporkan kepada LPS. Pelaporan data ringkas per nasabah melalui SCV dilakukan per tahun dan data ringkas per bank dilaporkan secara bulanan.

Dari sisi keamanan, data yang dikirimkan bank ke sistem SCV Client nantinya dienkripsi dan diberikan tanda tangan digital (digital signature).

"File laporan yang telah lolos validasi akan dilakukan enkripsi, kemudian file tersebut akan ditambahkan tanda tangan digital," papar Monang. Setelah itu, file akan di-compressed dan dienkripsi lagi.

Kemudian file atau berkas dari perbankan tersebut dikirim ke SCV dengan cara dipecah-pecah (chunking). Menurut Monang, setiap berkas yang dipecah ini memiliki kode-kode. Di dalam sistem LPS, file tersebut di-decompressed dan kemudian disatukan kembali sebelum diolah oleh LPS.

Monang menambahkan LPS sendiri memiliki sistem klasifikasi yang telah diatur dan hal ini disahkan oleh peraturan Dewan Komisioner. "Kalau nanti klasifikasinya masuk rahasia atau sangat rahasia, maka ada pengaturan keamanan sendiri," ujarnya. Dia mengungkapkan hanya unit kerja dan orang tertentu di dalam LPS yang bisa mengakses informasi di LPS.

"Termasuk orang IT. Mereka hanya memelihara saja tetapi tidak bisa mengakses."

Lebih lanjut, SCV Client ini telah melakukan proses percobaan atau piloting dengan melibatkan tiga bank, Bank Mandiri, BTN dan BTPN Syariah. Monang sendiri mengungkapkan pihaknya masih membuka perbankan yang ingin mencoba proses piloting.

Aplikasi ini dibagikan secara gratis kepada perbankan dan perbankan harus melakukan instalasi serta verifikasi sendiri. SCV Client ini hanya dapat dipasang dalam satu komputer. Jika nantinya perbankan melakukan penggantian hardware, maka perbankan harus mengurus ulang verifikasi ulang ke LPS.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lps keamanan data nasabah
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top