Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Sebut Transaksi LCS Naik Signifikan, Capai Rp24,19 Triliun per Oktober 2021

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sejak 2018, yang mana pada periode tersebut transasksi LCS tercatat mencapai US$348 juta.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  17:17 WIB
BI Sebut Transaksi LCS Naik Signifikan, Capai Rp24,19 Triliun per Oktober 2021
Ilustrasi mata uang China, yuan - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS) terus mengalami pertumbuhan yang positif.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Donny Hutabarat menyampaikan bahwa secara total, transaksi LCS hingga Oktober 2021 tercatat telah mencapai US$1,68 miliar atau sekitar Rp24,19 triliun.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sejak 2018, yang mana pada periode tersebut transasksi LCS tercatat mencapai US$348 juta.

Kemudian pada 2019 dan 2020, transaksi LCS terus meningkat dengan masing-masingnya mencapai US$760 juta dan US$800juta.

“Sekarang di 2021, hingga Oktober 2021 sudah mencapai US$1,68 miliar, jadi ada peningkatan yang signifikan dari transaksi LCS sejak diimplementasikan,” katanya dalam webinar, Kamis (23/12/2021).

Dia merincikan, transaksi LCS dengan Ringgit Malaysia meningkat dari US$22,5 juta per bulan pada 2018 menjadi US$49,6 juta perbulan pada 2019. Pada 2020, transaksi tersebut meningkat menjadi sebesar US$50,3 juta per bulan.

Sejalan dengan itu, transaksi LCS dengan Baht Thailand juga mencatatkan peningkatan dari US$9,2 juta pada 2018 menjadi US$13,7 juta per bulan pada 2019.

Pada 2020, transaksi LCS dengan Baht Thailand mengalami penurunan tipis menjadi US$12,1 juta diakibatkan oleh adanya pandemi Covid-19.

Sementara, transaksi LCS dengan Yen Jepang pada 2020 hanya tercatat US$9,8 juta karena kerja sama itu baru dimulai pada Agustus 2020.

Adapun pada tahun ini, transaksi LCS dengan ketiga negara tersebut masih menunjukkan tren yang positif. Tercatat, transaksi LCS dengan Ringgit Malaysia mencapai US$45,3 juta secara rata-rata per bulan, demikian juga dengan Baht Thailand yang mencapai US$17 juta per bulan, Yen Jepang US$102,3 juta per bulan, dan Yuan China sebesar US$15,1 juta per bulan.

“Yuan China mengikuti dengan sangat cepat hingga saat ini sejak diimplementasikan pada September 2021. Saat ini transaksi LCS dengan Yuan China sudah US$15 juta per bulan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia china LCS (Local Currency Settlement)
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top