Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pandemi Covid-19, Bank JTrust (BCIC) Ungkap Dampak terhadap Kinerja

Bank Jtrust mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap kinerja perseroan terutama pada sisi profitabilitas.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  09:31 WIB
Ilustrasi situs Jtrust Bank - jtrustbank.co.id
Ilustrasi situs Jtrust Bank - jtrustbank.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) menyatakan pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap kinerja perseroan terutama pada sisi profitabilitas.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/12/2021), manajemen mengungkapkan dampak tersebut salah satunya disebabkan oleh penyaluran kredit yang masih relatif terbatas di tengah pandemi.

Selain itu, perseroan menjelaskan terdapat peningkatan terhadap permintaan restrukturisasi kredit dari debitur yang terkena dampak pandemi Covid-19. Adapun sektor yang mengalami lonjakan restrukturisasi khususnya terjadi pada sektor riil.

“Salah satu dari pandemi Covid-19 juga meningkatnya penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai untuk mengantisipasi penurunan kualitas kredit,” kata manajemen perseroan dalam paparan publik, Jumat (17/12/2021).

Jika melihat dari sisi kinerja Bank JTrust, perseroan membukukan kinerja lebih baik yang tercermin dari rugi yang menyusut pada kuartal III/2021. Rugi bersih periode berjalan sebesar Rp337,94 miliar per September 2021, atau menyusut 19 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari rugi periode yang sama tahun lalu senilai Rp419,77 miliar.

Berikutnya, pendapatan bunga yang menurun sebesar 4 persen yoy atau Rp723,47 miliar. Sementara itu, beban bunga juga turun menjadi 2 persen yoy atau Rp668,99 miliar pada kuartal III tahun ini. Dari sana, pendapatan bunga bersih turun 19 persen yoy menjadi Rp54,48 miliar.

Bank JTrust mencatat kredit yang diberikan tumbuh 17 persen secara ytd sebesar Rp8,56 triliun per 30 September 2021, dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp7,35 triliun. Demikian pula pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 10 persen ytd menjadi Rp14,40 triliun. Pertumbuhan tersebut berasal dari dana murah berupa giro dan tabungan (CASA) yang tumbuh sebesar 46 persen ytd, dari Rp1,92 triliun menjadi Rp2,81 triliun.

Dengan demikian, total aset Bank JTrust naik sebesar 11 persen ytd. Total aset BCIC per 31 Desember 2020 sebesar Rp16,20 triliun naik menjadi Rp17,97 triliun per 30 September 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja bank bank jtrust indonesia Covid-19
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top