Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2021, Bizhare Terlibat Pendanaan Bisnis Milik Kaesang dan Rizky Febian

Dari 30 bisnis yang diakomodasi Bizhare sepanjang tahun ini, dua di antaranya merupakan bisnis milik Kaesang Pangarep dan Rizky Febian.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  19:12 WIB
crowdfunding - crowdassist.co
crowdfunding - crowdassist.co

Bisnis.com, JAKARTA - Platform tekfin urun dana (securities crowdfunding/SCF) PT Investasi Digital Nusantara alias Bizhare mengaku bangga dengan perjalanannya sepanjang 2021, karena turut dipercaya beberapa publik figur ternama terlibat ikut membangun bisnis mereka.

Sebagai informasi, Bizhare merupakan fintech SCF yang bertugas menjembatani pelaku UMKM yang membutuhkan akses permodalan dengan para investor, lewat skema penawaran saham atau surat utang.

Siapa sangka, dari 30 bisnis yang diakomodasi Bizhare sepanjang tahun ini, dua di antaranya merupakan bisnis milik Kaesang Pangarep sang putra bungsu Presiden RI Joko Widodo bertajuk Let's Toast, dan brand bisnis minuman Ramu Nostalgia milik penyanyi Rizky Febian.

CEO Bizhare Heinrich Vincent berceritA kepercayaan para publik figur memilih Bizhare untuk penggalangan dana bisnisnya jelas berpengaruh besar buat platform, terutama berkaitan potensi pertumbuhan investor baru.

"Sebagai contoh, investor aktif kami di kisaran 12.500 orang itu sekitar 78 persen laki-laki. Tapi setelah bisnis Rizky Febian masuk, kami tawarkan, investor perempuan Bizhare jadi tambah banyak. Mungkin karena basis fans Rizky, ya, dan bisa diartikan, banyak dari mereka mulai kenal Bizhare karena Ramu Nostalgia," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (30/12/2021).

Vincent melihat daya tarik platform urun dana buat para investor salah satunya memang berasal dari kedekatan mereka dengan bisnis yang ditawarkan. Investor lebih percaya diri ikut menjadi pemegang saham atau surat utang bisnis terkait apabila relate dengan kesehariannya, atau berkaitan dengan tokoh yang mereka kenali.

"Apalagi kalau brand tersebut sudah mereka kenali sendiri atau kelihatan wujudnya ada di sekitar mereka. Ini turut membuat kami optimistis, ke depan semakin banyak investor muda dan milenial yang mencoba terlibat pendanaan di platform SCF," tambahnya.

Sebagai gambaran, Let's Toast atau PT Roti Indonesia Satu yang listing di Bizhare pada awal kuartal I/2021 dikenal publik karena sempat bikin geger sosial media akibat cuitan nakal Kaesang yang menyebut bisnis barunya akan disebut 'PT RI1'.

Berdasarkan keterangan di laman Bizhare, bisnis FnB 'anak presiden' di bidang aneka olahan egg sandwich ini berhasil mengumpulkan 381 pemodal, mengumpulkan pendanaan mencapai Rp1,17 miliar.

Ketika itu, Let's Toast menawarkan saham untuk memperoleh dana segar yang akan digunakan untuk membuka 12 outlet baru, setelah sukses dengan 6 outlet eksisting di Jakarta dan Tangerang Selatan. Terkini, bisnis FnB yang juga terafiliasi dengan Sang Pisang, Yang Ayam, Ternakopi, dan Enigma Camp ini telah membagikan dividen kepada para investornya di Bizhare.

Sementara itu, Ramu Nostalgia (PT Ramu Kuliner Nusantara) milik Iky baru saja menyelesaikan proses pendanaan pada awal kuartal IV/2021. Pemodal yang terlibat di bisnis yang menyulap minuman jadul menjadi lebih kekinian ini mencapai 1.719 orang, dengan nominal dana terkumpul Rp1,45 miliar.

Ketika melakukan pendanaan, Iky yang juga merupakan anak pertama dari komedian Sule ini mengincar wilayah Tebet, Jakarta Selatan untuk memulai usaha. Dividen yang akan diterima para investor lewat platform Bizhare akan mulai diberikan setelah 3 bulan dari rampungnya proses pendanaan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Crowdfunding Teknologi Finansial
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top