Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awal 2022, BRI (BBRI) Beri Fasilitas Pembiayaan Rp4,65 Triliun ke Chandra Asri

Fasilitas tersebut terdiri atas fasilitas pembiayaan berskema term loan senilai US$75 juta beserta fasilitas-fasilitas non-cash loan senilai USD$175 juta, dan forex line senilai US$75 juta.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  18:27 WIB
Gedung BRI - bri.co.id
Gedung BRI - bri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menyalurkan fasilitas pembiayaan senilai US$325 atau sekitar Rp4,65 triliun kepada emiten PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA).

Fasilitas tersebut terdiri atas fasilitas pembiayaan berskema term loan senilai US$75 juta beserta fasilitas-fasilitas non-cash loan senilai USD$175 juta, dan forex line senilai US$75 juta.

Kerja sama tersebut merupakan langkah awal penandatanganan antara BRI dan Chandra Asri ini dilakukan di Jakarta pada Senin (3/1/2022).

Keduanya mengharapkan, melalui kerja sama ini maka dapat membantu untuk mendorong pembangunan kompleks petrokimia berskala global (CAP2) yang dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI, Agus Noorsanto menjelaskan, pemberian fasilitas ini merupakan bentuk komitmen BRI dalam memberikan layanan dan solusi terintegrasi, inovatif, dan menjadi solusi finansial bagi transaksi bisnis Chandra Asri secara berkesinambungan dan jangka panjang.

“Kerjasama ini merupakan langkah awal pengembangan bisnis yang kuat dan sehat antara BRI dan Chandra Asri, sehingga diharapkan nantinya BRI dapat memberikan value added dari setiap transaksi Chandra Asri dari hulu ke hilir,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (4/1/2022).

Untuk diketahui, Chandra Asri merupakan produsen petrokimia terintegrasi dan terbesar di Indonesia yang mengoperasikan satu-satunya Naphtha Cracker di Indonesia, memproduksi Olefin (Etilena, Propilena), Pygas dan Mixed C4, Poliolefin (Polietilena dan Polipropilena), Styrene Monomer, Butadiene, Methyl Tert-butyl Ether (MTBE), dan Butene-1.

Bank bersandi BBRI itu meyakini bahwa melalui kerjasama ini mampu meningkatkan kekuatan permodalan sekaligus memperluas serapan pasar Chandra Asri di market Indonesia dan internasional.

“Hal ini adalah tujuan utama dilaksanakan kerja sama ini, agar kedua belah pihak mampu memperkuat bisnis masing-masing lembaga,” ungkapnya.

Agus menambahkan, dukungan fasilitas pembiayaan dari BRI juga akan meningkatkan kapasitas produksi Chandra Asri untuk memenuhi permintaan domestik terhadap produk petrokimia yang saat ini semakin meningkat.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Chandra Asri adalah dengan membangun kompleks petrokimia berskala global (CAP2) yang akan memperkuat posisi Chandra Asri sebagai mitra industri bagi Indonesia.

Dengan pembangunan Kompleks CAP2 ini, Chandra Asri akan meningkatkan kapasitas total produksi Chandra Asri dari 4,2 juta ton menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun.

Direktur Keuangan & Chief Financial Officer Chandra Asri, Andre Khor menegaskan bahwa penandatanganan antara BRI dan Chandra Asri ini merupakan awal kemitraan bagi kedua belah pihak untuk dapat melanjutkan realisasi rencana pembangunan kompleks petrokimia kedua perusahaan yang berskala global.

“Kami optimistis kerja sama ini akan memperkuat posisi Chandra Asri sebagai Obyek Vital Nasional yang strategis. Hal ini menjadi langkah penting yang dapat membantu upaya Indonesia dalam penghematan devisa yang signifikan, mempercepat pertumbuhan, serta industrialisasi petrokimia lebih lanjut,” ujar Andre.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bri chandra asri bank bumn
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top