Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukalapak Ungkap Langkah Strategis Usai jadi Pemegang Saham Allo Bank (BBHI)

Bukalapak (BUKA) akan masuk sebagai pemegang saham Allo Bank (BBHI) melalui rights issue, dengan menyerap 2,49 miliar saham, yang dialihkan oleh Mega Corpora.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 05 Januari 2022  |  09:11 WIB
Nasabah melakukan transaksi melalui aplikasi Allo Bank di Jakarta, Selasa (4/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Nasabah melakukan transaksi melalui aplikasi Allo Bank di Jakarta, Selasa (4/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menyampaikan sinergi dan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan setelah masuk sebagai pemegang saham PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI).

Dalam keterbukaan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (5/1/2022), Bukalapak menyampaikan investasi di Allo Bank diharapkan dapat memberikan potensi sinergi dengan perseroan karena melengkapi penawaran layanan keuangan yang sudah ada, seperti perbankan digital, pinjaman, dan remittance domestik.

"Kami bermaksud untuk mengambil langkah-langkah untuk mendorong pertumbuhan Allo Bank dengan menyediakan akses ke basis pelanggan dan pedagang perusahaan yang besar dan berkembang," tulis manajemen Bukalapak.

Dengan demikian, BUKA dapat mengoptimalkan konektivitasnya dengan vertikal-vertikal baru di pasar UMKM. Kerja sama ini disebutkan dapat mengembangkan penawaran perseroan serta menyediakan aksesibilitas kredit bagi para pelaku usaha dan mitra Bukalapak di area perdesaan.

"Dengan menggabungkan kapabilitas teknologi dengan touchpoint offline, perseroan dapat makin mengakselerasi implementasi layanan perbankan ke seluruh Tanah Air, selaras dengan kebijakan inklusi finansial pemerintah," kata manajemen BUKA.

Adapun, dalam prospektus yang dirilis pada Senin (3/1/2022), Allo Bank mengumumkan akan menerbitkan HMETD sebanyak 10,04 miliar saham baru dengan nominal Rp100 per saham.

Perseroan telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue senilai Rp478 per saham. Dengan demikian, Allo Bank berpotensi mendapatkan dana Rp4,8 triliun melalui aksi ini.

PT Mega Corpora (MC) selaku pemegang saham utama Allo Bank dengan kepemilikan 90 persen telah menyatakan hanya akan mengambil bagian dan melaksanakan sekitar 30 persen dari seluruh HMETD yang menjadi haknya. Dana yang disiapkan oleh MC untuk melaksanakan sebagian haknya ini senilai Rp1,3 triliun.

Sisa hak HMETD yang ditidak diambil oleh MC, dialihkan kepada Bukalapak sebanyak 2,49 miliar saham, lalu Abadi Investment Pte.Ld sebanyak 1,52 miliar saham, dan PT Indolife Investama Perkasa sebanyak 1,30 saham.

Selain itu, ada juga H Holdings Inc. sebanyak 448,74 juta saham, Trusty Cars Pte. Ltd sebanyak 150 juta saham, dan PT CT Corpora sebanyak 408,31 juta saham.

Allo Bank menjadwalkan tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (cum-right) di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 7 Januari 2022. Sementara, di pasar tunai jatuh pada 11 Januari 2022.

Lalu, tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD (ex-right) di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan pada 10 Januari 2022. Adapun, 12 Januari 2022 menjadi ex-right di pasar tunai.

Dengan demikian, Allo Bank menjadwalkan HMETD ini diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dilaksanakan selama 5 hari kerja mulai 13 Januari 2022 sampai dengan 19 Januari 2022. Artinya, HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bukalapak emiten bank rights issue Bank Digital Allo Bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top