Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BBHI Masuk Top Gainers, Saham Bank Raya (AGRO) Huni Top Losers dalam Sepekan

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham AGRO menjadi emiten bank yang menempati posisi ke-9 top losers dan tercatat mengalami koreksi 22,65 persen menjadi Rp1.400 secara mingguan.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 09 Januari 2022  |  14:55 WIB
Bank Raya Indonesia.  - Istimewa
Bank Raya Indonesia. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Satu saham emiten bank, yakni saham PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) masuk ke dalam jajaran top losers selama perdagangan pada 3–7 Januari 2022. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham AGRO menjadi emiten bank yang menempati posisi ke-9 top losers dan tercatat mengalami koreksi 22,65 persen menjadi Rp1.400 secara mingguan. Sementara itu, pada pekan lalu saham Bank Raya Indonesia bernilai Rp1.810.

Jika dipantau, saham AGRO melanjutkan koreksi sejak akhir tahun lalu, dan terpantau terkoreksi selama 5 hari beruntun sejak awal perdagangan tahun ini. 

Saham Bank Raya Indonesia terpantau berada di zona merah perdagangan dengan koreksi 37,22 persen dalam sebulan terakhir. Adapun, saham AGRO bergerak dalam tren negatif selama 6 bulan terakhir dengan koreksi 24,07 persen. Sementara itu, saham AGRO tumbuh 44,14 persen selama setahun terakhir. 

Jika menilik pada perdagangan pekan ini, saham AGRO paling lesu pada perdagangan Rabu (5/1/2022) yang terkoreksi 6,69 persen ke level Rp1.535. Kapitalisasi pasar atau market capitalization (market cap) saham AGRO menjadi Rp31,85 triliun. 

Sementara itu, saham PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) berada di urutan ke-9 top gainers dan tercatat mengalami kenaikan 43,46 persen pada pekan ini menjadi Rp10.150 secara mingguan dan pada pekan lalu saham BBHI bernilai Rp7.075.

Sebelumnya, Bank Raya Indonesia menyatakan telah memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp2 triliun pada 2021, sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. 

Direktur Keuangan dan Operasional Bank Raya Arif Wicaksono mengatakan Bank Raya telah memiliki modal inti minimum sebesar Rp2 triliun usai melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada periode perdagangan 2 Desember 2021 hingga 8 Desember 2021. 

Tak hanya itu, Arif menyampaikan bahwa dalam melaksanakan rights issue, Bank Raya melampaui target (oversubscribed), yakni sebanyak 38,5 persen. Menurut Arif, terlampauinya target rights issue AGRO mencerminkan kepercayaan investor terhadap BRI Group yang tinggi. 

Rights issue AGRO melampaui target dan modal inti menjadi Rp2,2 triliun,” kata Arif saat dihubungi Bisnis, Senin (13/12/2021). 

Melalui aksi tersebut, Bank Raya berhasil mendapatkan dana sebesar Rp1,16 triliun. Sebelumnya, perseroan berpotensi meraup dana sebesar Rp1,15 triliun dari rights issue. Di mana, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebagai Pemegang Saham Pengendali berpartisipasi penuh dalam pelaksanaan rights issue.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham perbankan top losers Bank Raya
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top