Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Awal Periode Perdagangan HMETD, Saham Allo Bank (BBHI) Lesu

Saham Allo Bank (BBHI) terpantau berada di zona merah dengan koreksi 1,84 persen atau turun 125 poin ke level Rp6.675 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (13/1/202).
Nasabah melakukan transaksi melalui aplikasi Allo Bank di Jakarta, Selasa (4/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Nasabah melakukan transaksi melalui aplikasi Allo Bank di Jakarta, Selasa (4/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) terpantau berada di zona merah dengan koreksi 1,84 persen atau turun 125 poin ke level Rp6.675 pada awal periode perdagangan rights issue hari ini, Kamis (13/1/202).

Berdasarkan data RTI, pada akhir sesi I perdagangan Kamis (13/1/2022), saham BBHI dibuka ke level Rp6.800. Sepanjang perdagangan hari ini, saham Allo Bank bergerak di level Rp6.325-Rp6.825 dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 14,38 juta saham dan turnover senilai Rp92,68 miliar serta frekuensi sebesar 9.648 kali.

Sementara itu, kapitalisasi pasar atau market capitalization (market cap) yang dimiliki emiten bersandi BBHI ini menjadi Rp77,98 triliun.

Selama tiga bulan terakhir, saham BBHI tercatat berada di zona hijau dengan kenaikan yang mencapai 168,67 persen dan tumbuh 478,52 persen selama enam bulan terakhir. Adapun selama satu tahun terakhir, saham Allo Bank melesat 1.792,21 persen dan naik 2.212,58 persen selama 3 tahun terakhir.

Dalam prospektus perseroan disebutkan bahwa Allo Bank berencana menerbitkan sebanyak 10,04 miliar saham biasa atas nama dengan nominal Rp100 per saham. Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp478 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi mendapatkan dana Rp4,8 triliun melalui aksi ini.

Perseroan telah menetapkan, terhitung mulai 13 Januari 2022 sampai dengan 19 Januari 2022 merupakan periode perdagangan HMETD Allo Bank di Bursa Efek Indonesia. Artinya, HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi.

Melalui aksi rights issue ini, diketahui Allo Bank memiliki 6 investor strategis, antara lain PT Bukalapak.com Tbk., Abadi Investments Pte. Ltd., PT Indolife Investama Perkasa, H Holdings Inc., Trusty Cars Pte. Ltd., dan PT CT Corpora.

PT Mega Corpora (MC) sebagai pemegang saham utama Allo Bank dengan kepemilikan 90 persen telah menyatakan hanya akan mengambil bagian dan melaksanakan sekitar 30 persen dari seluruh HMETD yang menjadi haknya. Dana yang disiapkan oleh MC untuk melaksanakan sebagian haknya ini senilai Rp1,3 triliun.

Sisa hak HMETD yang tidak diambil oleh MC, dialihkan kepada Bukalapak sebanyak 2,49 miliar saham, lalu Abadi Investment Pte.Ltd sebanyak 1,52 miliar saham, dan PT Indolife Investama Perkasa sebanyak 1,30 saham.

Selain itu, H Holdings Inc. sebanyak 448,74 juta saham, Trusty Cars Pte. Ltd sebanyak 150 juta saham, dan PT CT Corpora sebanyak 408,31 juta saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper