Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aspek Psikologis Penyebab Investasi Online Bodong Dilirik Masyarakat

Masih diliriknya platform investasi ilegal merupakan kombinasi aspek psikologis, seperti motivation atau kemauan, ability atau kemampuan, dan trigger atau pemicu.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 12 Februari 2022  |  18:59 WIB
Ilustrasi tindakan penipuan atau investasi bodong - 123rf
Ilustrasi tindakan penipuan atau investasi bodong - 123rf

Bisnis.com, JAKARTA - Pemberantasan pinjaman online (pinjol) dan investasi ilegal pada prinsipnya tidak cukup dengan hanya terus mendorong tingkat pengetahuan dan literasi masyarakat terkait layanan keuangan.

Muhamad Irfan Agia, Consumer Psychologist & Researcher menjelaskan hal ini bisa dikaji lewat rumus umum pengkajian kebiasaan secara psikologis, yaitu kombinasi motivation atau kemauan, ability atau kemampuan, dan trigger atau pemicu.

"Motivasi dasar manusia itu dua, mencari kesenangan dan menghindari ketidaknyamanan. Dalam pinjol dan investasi ilegal, hal paling relevan itu terkait instant gratification, ingin kaya cepat atau keluar dari masalah secara instan tanpa proses yang panjang," ujarnya dalam diskusi virtual bersama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), dikutip Sabtu (12/2/2022).

Adapun, dari sisi ability, faktor-faktor penentu yang memperbesar kemungkinan seseorang terkait ke platform investasi ilegal, antara lain literasi rendah, status ekonomi, tidak punya akses, atau benar-benar tidak mampu masuk ke layanan legal.

"Alhasil, aspek kemampuan ini termasuk bisa diakibatkan karena para korban belum punya pengetahuan untuk membedakan yang legal dan ilegal, atau tidak tahu bagaimana caranya mengakses ke pinjaman atau investasi yang legal, dan akhirnya menganggap platform yang ilegal itu lebih mudah dijangkau," tambahnya.

Terakhir, yaitu trigger atau pemicu, antara lain terpengaruh penawaran yang menjanjikan, melihat endorsement dari tokoh-tokoh atau influencer yang dihormati dan dipercaya, termakan oleh keputusan emosional akibat momen atau adanya kelangkaan alias FOMO, serta adanya social proof.

Oleh sebab itu, Agia berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan platform-platform yang diiklankan oleh pegiat media sosial. Sebaliknya, jangan ikut-ikutan asal menerima endorsement terkait platform yang belum memiliki izin resmi.

"Jadi memang melenyapkan pinjol dan investasi ilegal butuh pendekatan holistik dari berbagai pihak. Meningkatkan literasi itu hanya menyelesaikan satu komponen saja, dalam hal ini, yaitu ability. Maka, tugas kita bersama untuk meminimalisasi aspek motivasi dan trigger yang bisa menjebak masyarakat. Kuncinya, yaitu memperkuat cara berpikir lebih kritis," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi pinjol
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top