Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Upaya Investree Mengejar Mimpi Perbesar Lini Bisnis Syariah, Ini Strateginya

Investree Syariah mencoba mengejar pertumbuhan penyaluran pinjaman syariah sepanjang periode 2022 ini lewat menjaring lebih banyak mitra ekosistem digital, mitra pendana institusi, dan menjaga kualitas penyaluran pinjaman.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 Februari 2022  |  21:19 WIB
CEO Dompet Kilat Sunu Widyatmoko (dari kiri), CEO Kimo Bernard Martian, CEO dan Founder Amartha Andi Taufan dan Co-Founder and CEO Investree Adrian Gunadi berbincang usai konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
CEO Dompet Kilat Sunu Widyatmoko (dari kiri), CEO Kimo Bernard Martian, CEO dan Founder Amartha Andi Taufan dan Co-Founder and CEO Investree Adrian Gunadi berbincang usai konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Investree Syariah sebagai unit usaha syariah besutan platform tekfin pendanaan bersama (P2P lending) klaster produktif PT Investree Radhika Jaya alias Investree optimistis mampu berkembang di sepanjang 2022.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi menjelaskan bahwa potensi pertumbuhan masih terbuka lebar kendati kontribusi penyaluran pinjaman Investree Syariah baru mencapai 6 persen terhadap keseluruhan portofolio pembiayaan di Investree.

"Untuk mendongkrak kinerja Investree Syariah, sejumlah strategi akan kami jalankan, di antaranya fokus pada pembiayaan ekosistem dengan menambah mitra strategis dan menambah variasi produk syariah supaya mampu menjawab lebih banyak kebutuhan masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (27/2/2022).

Selain itu, Investree Syariah akan terus memperluas kekuatan pembiayaan dari jajaran pendana (lender) institusi yang solid, serta senantiasa memelihara kualitas dan proses pembiayaan di Investree Syariah. Harapannya, penyaluran Investree Syariah bisa mencapai Rp1 triliun pada tahun ini.

Sebagai gambaran, Investree Syariah mencatatkan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp320 miliar sepanjang 2021 alias naik 50 persen (year-on-year/yoy) dari capaian 2020. Nilai ini tersalurkan ke 168 penerima pinjaman (borrower) UMKM dengan preferensi pinjaman syariah.

"Mereka mendapatkan dukungan pembiayaan dari 28 ribu lender, baik individu maupun institusi. Kami bersyukur juga pada penghujung tahun, Investree memperoleh penghargaan 'Fintech Syariah Terbaik' dari Republika. Makanya, Investree Syariah sangat optimistis menghadapi 2022," tambah Adrian.

Investree berkomitmen untuk terus terlibat bersama asosiasi dan regulator, serta menginisiasi upaya edukasi dan literasi masyarakat terkait dengan manfaat tekfin P2P lending syariah. Harapannya, semakin banyak calon lender dan borrower dengan preferensi syariah yang memahami peran P2P lending syariah bagi ekosistem UMKM di Indonesia.

Adapun, salah satu peran lain dari Investree Syariah di luar lini bisnis P2P lending, yaitu ikut menjadi Mitra Distribusi (Midis) Kementerian Keuangan untuk memasarkan Sukuk Ritel seri SR016, 25 Februari–17 Maret 2022.

Investree mencoba senantiasa ikut meningkatkan minat investor ritel, terutama milenial, pada penerbitan Surat Berharga Negara Elektronik (e-SBN) konvensional maupun syariah.

Ke depan, Investree akan turut mendukung penjualan SR016 dengan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat umum melalui kegiatan webinar yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Maret 2022.

Sebagai informasi, SR016: 'Pilihan Berharga untuk Semua Generasi' dapat menjadi alternatif investasi yang sesuai dengan prinsip syariah, aman, mudah, terjangkau, dan penuh manfaat bagi masyarakat Indonesia hingga masa mendatang.

Selain itu, pendanaan masyarakat pada produk Sukuk Negara juga sudah terbukti dan akan terus berkontribusi untuk perbaikan infrastruktur di Tanah Air.

Investree Syariah sendiri telah ikut mendistribusikan Sukuk Ritel sejak seri SR012 pada Februari 2020. Terbukti, terdapat peningkatan hasil penjualan hingga 8 kali lipat sampai SR015 pada Agustus 2021.

"Sebagai Midis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), kami berharap dapat melanjutkan peranan dalam memperkuat perekonomian melalui aktivitas investasi aktif dan berkelanjutan oleh masyarakat, serta menyediakan alternatif yang penuh manfaat bagi investor dengan preferensi syariah," jelasnya.

Adapun, SR016 sebagai produk investasi berlandaskan prinsip-prinsip syariah tidak melibatkan unsur perhitungan bunga, judi, penipuan, dan tidak mendatangkan kerugian kepada orang lain.

SR016 dibuat dengan mengacu pada struktur akad-akad syariah dan dituangkan ke dalam dokumen hukum penerbitan. Bagi investor syariah domestik, SR016 dapat memperkaya alternatif instrumen investasi syariah dan mendiversifikasi portofolio investasi secara efektif.

Mulai hari ini, masyarakat sudah bisa memesan SR016 di Investree melalui situs website sbn.investree.id/sr dan aplikasi mobile Investree for Lender yang bisa diunduh di Apple App Store atau Google Play Store. Dengan tingkat imbalan tetap 4,95 persen per tahun, SR016 dapat dipesan mulai dari Rp1 juta.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbsn Investree P2P lending
Editor : Dwi Nicken Tari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top