Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 5,79 Persen pada Januari 2022

Kredit perbankan sepanjang Januari 2022 tumbuh 5,79 persen secara tahunan, sementara Dana Pihak Ketiga [DPK] naik 12,07 persen yoy
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 02 Maret 2022  |  22:05 WIB
OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 5,79 Persen pada Januari 2022
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat fungsi intermediasi perbankan pada Januari 2022 menunjukkan tren peningkatan. 

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, menuturkan bahwa kredit perbankan sepanjang Januari tumbuh 5,79 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sektor usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi, antara lain pertambangan sebesar 26,83 persen, transportasi 11,14 persen, dan pengolahan 8,98 persen. Berdasarkan segmentasi, terdapat peningkatan kategori debitur korporasi sebesar 5,23 persen yoy dan konsumsi 4,98 persen yoy.

“Sementara itu, Dana Pihak Ketiga [DPK] mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,07 persen yoy,” ujar Anto dalam keterangan tertulis, Rabu (2/3/2022).

Anto melanjutkan profil risiko lembaga jasa keuangan pada Januari 2022 masih terjaga, meskipun terdapat peningkatan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross menjadi 3,10 persen, sedangkan NPL net stabil di angka 0,88 persen.

Selain itu, likuiditas industri perbankan masih berada di level memadai. Terlihat dari rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit dan Alat Likuid/DPK masing-masing sebesar 156,76 persen dan 34,73 persen, di atas ambang batas ketentuan masing-masing pada level 50 persen dan 10 persen.

“Dari sisi permodalan, lembaga jasa keuangan juga mencatatkan permodalan yang semakin membaik. Industri perbankan mencatatkan peningkatan CAR [Capital Adequacy Ratio] menjadi sebesar 25,78 persen atau jauh di atas threshold,” pungkasnya.

Anto menuturkan bahwa OJK terus mengamati perkembangan kondisi perekonomian dan sektor jasa keuangan. OJK bersama pemerintah dan otoritas terkait, serta stakeholder akan menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit OJK dpk
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top