Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bangun Ekosistem Syariah, Bank Hijra jadi Sponsor Muslim Life Fair 2022

Hijra Bank milik Alami Group akan menjadi sponsor utama gelaran Indonesia Muslim Life Fair di Istora GBK, Senayan, Jakarta pada 25 - 27 Maret 2022.
Chief Business Officer Alami Group, Bembi Juniar (kiri) saat jumpa media menjelang Muslim Life Fair, di Jakarta, Rabu (9/3) / istimewa
Chief Business Officer Alami Group, Bembi Juniar (kiri) saat jumpa media menjelang Muslim Life Fair, di Jakarta, Rabu (9/3) / istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Hijra Bank milik Alami Group akan menjadi sponsor utama gelaran Indonesia Muslim Life Fair di Istora GBK, Senayan, Jakarta pada 25 - 27 Maret 2022.

Bembi Juniar, Chief Business Officer ALAMI Group menjelaskan bahwa pameran ini sejalan dengan visi dan misi Hijra Bank untuk membentuk ekosistem syariah yang membangun kehidupan yang sustainable, dengan mendukung sektor-sektor yang memberi dampak positif pada kesejahteraan masyarakat.

"Sebagai seorang muslim, kita semua diwajibkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Berbagai upaya bisa kita lakukan bersama-sama untuk mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas dari produk industri halal, agar memiliki daya saing tidak hanya di tanah air namun juga di pasar global," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (9/3/2022).

Adapun, Indonesia Muslim Life Fair terselenggara lewat PT Lima Event Indonesia alias Lima Events, berkolaborasi dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) dan didukung penuh oleh Hijrah Bank.

Alami Group sendiri siap memberikan 3.000 tiket gratis pengunjung pameran yang akan diramaikan oleh 195 exhibitor yang terdiri dari pelaku bisnis halal dan ekonomi syariah dari berbagai daerah di Indonesia ini.

Direktur Lima Events Deddy Andu optimistis Muslim LifeFair dapat dihadiri oleh 30.000 pengunjung selama 3 hari pameran. Pihaknya memastikan bahwa gelaran tersebut akan berlangsung dengan aman serta mengikuti protokol kesehatan (prokes) sesuai dengan kebijakan yang berlaku.

"Dengan minimnya kegiatan pameran Islami selama pandemi, kami berharap Muslim LifeFair dapat melepaskan kerinduan masyarakat akan pameran produk halal sekaligus menjadi momentum untuk membangkitkan kembali ekonomi Islam pada era normal baru," ungkapnya.

Pameran yang sempat absen selama 2 tahun akibat terkendala pandemi Covid-19 ini akan menampilkan UMKM industri halal dan Islami dari berbagai sektor. Mulai dari modest fashion, islamic education, hobbies and communities, islamic book & publisher, halal travel, kuliner halal aman & sehat, beauty & pharmaceutical hingga thibbun nabawi herbal.

Selain melihat pameran produk, pengunjung juga dapat melepaskan kerinduan akan siraman ilmu dengan menghadiri kajian dari sejumlah ustadz kenamaan, seperti Ustadz Arifin Badri, Ustadz Syafiq Riza Basalamah, Ustadz Subhan Bawazier, serta Asatidzah lain yang mendukung Muslim LifeFair 2022.

Gelaran Muslim LifeFair ini pun merupakan bagian dari rangkaian event puncak menuju Indonesia Muslim Life Fest yang akan digelar pada bulan Agustus 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Sebelumnya, Indonesia Muslim LifeFest telah sukses menarik perhatian 60.000 pengunjung pada perhelatan pertamanya pada Agustus 2019 di JCC.

Masih dalam rangkaian event, setelah gelaran Muslim LifeFair di Jakarta, rencananya Indonesia Muslim LifeFair juga akan diadakan di sejumlah kota di Indonesia, di antaranya Yogyakarta, Purwokerto, dan Surabaya.

Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Rachmat Surtanas Marpaung menyatakan pameran ini merupakan salah satu bentuk kontribusi pengusaha muslim dalam upaya pemulihan ekonomi di Tanah Air.

"Selain itu, sekaligus mendorong Indonesia untuk menjadi produsen halal terbesar dunia di tahun 2024, sesuai arahan pemerintah. Saya melihat ghirah dan semangat yang kuat dari teman-teman UMKM dalam memajukan ekonomi tetap tinggi, meski menemukan beragam hambatan di era pandemi," ungkapnya.

Ghirah dan semangat dari para pengusaha muslim tanah air terbukti mendorong pertumbuhan industri produk halal di tanah air, dan menjadi salah satu sektor unggulan di tengah pandemi.

Produk halal yang sebelumnya dilihat sebagai kebutuhan bagi masyarakat muslim, kini berkembang menjadi bagian gaya hidup dengan nilai kebaikan, dan menjadi tren perdagangan global, sehingga semakin banyak negara turut meramaikan persaingan produk halal dunia.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sudah tepat bagi Indonesia untuk menargetkan diri menjadi pusat industri halal dunia.

Kabar baiknya, tren pertumbuhan nyata adanya. Berdasarkan laporan The State of Global Islamic Economy 2020/2021, peringkat Indonesia dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan syariah secara umum naik ke urutan 4 dalam Indikator Ekonomi Islam Global 2020/2021, yang berarti naik satu peringkat dari posisi ke-5 tahun 2019/2020, dan berkembang pesat dari posisi ke-10 pada 2018/2019.

Masih mengacu dari laporan tersebut, bahkan, sektor unggulan dalam industri halal Indonesia, yaitu sektor modest fashion dan ekspor makanan halal menempati peringkat ketiga dan keempat dunia.

Oleh karena itu, pameran ini diharapkan dapat membangkitkan semangat para pengusaha muslim khususnya UMKM untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, dengan jalan yang sesuai syariat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Azizah Nur Alfi

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper