Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kinerja Premi Industri Asuransi Umum Tahun Lalu Cenderung Stagnan

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), industri asuransi umum membukukan premi dicatat senilai Rp78,14 triliun sepanjang 2021 atau hanya tumbuh sebesar 1,7 persen dibandingkan perolehan di 2020.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 17 Maret 2022  |  19:24 WIB
Kinerja Premi Industri Asuransi Umum Tahun Lalu Cenderung Stagnan
Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Rabu (5/1/2021). - Bisnis/Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Premi yang dihimpun oleh industri asuransi umum cenderung stagnan sepanjang 2021 seiring penurunan pada sejumlah lini bisnis.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), industri asuransi umum membukukan premi dicatat senilai Rp78,14 triliun sepanjang 2021 atau hanya tumbuh sebesar 1,7 persen dibandingkan perolehan di 2020.

Sejumlah lini bisnis utama industri asuransi umum tercatat mengalami pertumbuhan, seperti asuransi properti yang tumbuh 6,8 persen year on year (yoy), kendaraan bermotor tumbuh 6,5 persen yoy, dan marine cargo tumbuh 26,5 persen yoy.

"Premi dicatat naik sebesar 1,7 persen. Yang naik di sektor properti karena memang pergerakan properti di sisi residensial, komersial, industrial memang belum melompat seperti yang terjadi sebelum pandemi, walaupun sudah memperlihatkan perbaikan dibandingkan 2021. Marine cargo mengalami kenaikan cukup baik karena adanya pergerakan komoditi kita," ujar Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI Trinita Situmeang dalam konferensi pers, Kamis (17/3/2022).

Meski lini bisnis kontributor utama mengalami peningkatan, lanjut Trinita, sejumlah lini bisnis tercatat mengalami penurunan yang cukup dalam. Beberapa lini bisnis yang mengalami penurunan antara lain asuransi kredit turun 16,7 persen yoy, aviasi turun 37,5 persen, personal accident dan health turun 8,1 persen yoy, energy off shore turun 33,4 persen yoy, dan satelit turun 25,9 persen yoy.

"Yang menyebabkan premi dicatat stagnan karena memang terjadi penurunan di lini bisnis asuransi kredit turun Rp2,7 triliun. Penurunan juga terjadi di energy off shore, personal accident dan health, dan aviasi. Kalau di total penurunan tersebut mendorong ke bawah karena total dari penurunan ini sekitar Rp4 triliun dibandingkan pertumbuhan di properti, kendaraan bermotor, dan marine cargo," jelas Trinita.

Dari sisi kontribusi premi, kinerja asuransi umum masih ditopang oleh asuransi properti yang berkontribusi sebesar 28,6 persen dari total pendapatan premi industri asuransi umum. Disusul oleh asuransi kendaraan bermotor dengan porsi 20,1 persen, asuransi kredit 17,5 persen, asuransi personal accident dan health 9,4 persen, marine cargo 5,3 persen, dan lain-lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi premi asuransi umum
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top