Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Riset Sun Life: Endemi Waktunya UKM Ekspansi, Proteksi Kesehatan Bakal Dicari

Kendati pelaku UKM optimistis bisnisnya membaik, survei membuktikan bahwa risiko pandemi dan berbagai ancaman terkait kesehatan menjadi tantangan terberat yang akan dihadapi.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 28 Maret 2022  |  20:26 WIB
Sun Life.  - Bisnis.com
Sun Life. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Riset perusahaan asuransi PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) membuktikan pelaku UKM di Tanah Air menganggap 2022 merupakan waktu yang tepat untuk berekspansi.

Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Indonesia menjelaskan bahwa kendati dua tahun lebih pandemi Covid-19 telah menghadirkan banyak dampak negatif dan tantangan baru terhadap kinerja bisnis, secara umum UKM optimis akan kemajuan ekonomi dan peluang pertumbuhan bisnis di tahun ini.

"Namun, optimisme juga diimbangi dengan pemahaman bahwa mereka masih memiliki sejumlah risiko, terutama yang dipicu oleh pandemi. Inilah kenapa perencanaan keuangan dan proteksi menjadi aspek yang penting dimiliki, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya resiliensi bagi para pelaku bisnis," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (28/3/2022).

Berdasarkan survei bertajuk 'Indeks Pertumbuhan Bisnis dan Resiliensi' terhadap sekitar 2.400 pemilik UKM di 7 wilayah Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam ini, 354 responden di antaranya merupakan pemilik bisnis di Indonesia.

Dari total UKM lokal tersebut, 95 persen di antaranya mengharapkan peningkatan finansial pada bisnis mereka, dan 90 persen mengharapkan situasi ekonomi nasional membaik di tahun ini. Adapun, UKM yang secara spesifik memiliki rencana untuk memperluas atau menumbuhkan bisnis di 2022 mencapai 94 persen.

Rencana terbanyak berupa memperluas produk atau layanan yang ditawarkan (53 persen), digitalisasi untuk menumbuhkan bisnis (47 persen), mempekerjakan karyawan baru (29 persen), serta memperluas industri bisnis (31 persen).

Dari sisi pengaruh pandemi Covid-19, sebanyak 52 persen responden melaporkan bahwa pandemi berdampak negatif pada bisnis mereka. Meski demikian, 31 persen menyatakan bisnis mereka justru mengalami pertumbuhan selama pandemi.

Sementara itu, 97 persen melakukan adaptasi pada strategi bisnis yang diterapkan untuk bertahan selama pandemi, termasuk menambahkan metode baru pada jalur distribusi (61 persen), merambah kanal serba digital atau virtual di bisnis mereka (61 persen), dan menawarkan produk baru (39 persen).

"Hasil survei menunjukkan bahwa adaptasi dan inovasi memainkan peran penting dalam membantu bisnis menangkap peluang baru di situasi yang penuh ketidakpastian, dan digitalisasi menjadi inti dari strategi yang diterapkan UKM," ungkap Elin.

Adapun, dari sisi potensi risiko yang bakal dihadapi, tiga besar berupa pandemi dan risiko kesehatan lainnya (59 persen), penurunan permintaan (52 persen), dan meningkatnya pajak atau kebijakan terkait (50 persen).

Dari keterangan tersebut, Sun Life melakukan anilisis sentimen pemilik bisnis terhadap situasi ekonomi secara umum, serta kondisi finansial dan rencana pertumbuhan pada 2022. Hasilnya, pemilik bisnis di Indonesia optimis akan prospek pertumbuhan dengan skor 76 dari 100, lebih tinggi dibanding skor rata-rata Asia yang berada di angka 65.

Adapun, Indeks Resiliensi Sun Life didasarkan pada persepsi pemilik bisnis terhadap 15 risiko bisnis dan kesiapan mereka untuk menghadapinya. Laporan ini menemukan bahwa pemilik bisnis di Indonesia memiliki batas resiliensi dengan skor 60 dari 100, lebih tinggi dibanding skor rata-rata Asia (55). 

Elin menjelaskan bahwa survei membuktikan bahwa risiko pandemi dan berbagai ancaman terkait kesehatan menjadi tantangan terberat yang tengah dihadapi para pemilik bisnis di Indonesia.

"Sayangnya, banyak di antara mereka yang belum dilengkapi dengan instrumen mitigasi risiko, untuk membangun resiliensi terhadap berbagai risiko kesehatan. Hanya 61 persen responden yang memiliki asuransi kesehatan dan kecelakaan personal, 36 persen memiliki asuransi kesehatan dan kecelakaan untuk karyawan, dan hanya 18 persen memiliki asuransi sebagai key man dalam perusahaan," jelasnya.

Oleh sebab itu, Sun Life ingin mencoba membantu pemilik bisnis dalam membangun resiliensi yang lebih tangguh, sehingga para pelaku bisnis dapat tetap menavigasi bisnis di tengah berbagai ketidakpastian, serta mencapai pertumbuhan yang diharapkan.

Salah satunya lewat Sun Proteksi Cermat sebagai salah satu solusi perlindungan yang dihadirkan Sun Life. Melalui produk ini, nasabah hanya perlu menabung dalam bentuk premi selama 3 tahun untuk mendapatkan manfaat proteksi selama 10 tahun.

Produk ini juga memberikan kepastian bagi nasabah untuk menerima kembali 100 persen total premi yang dibayarkan. Baik dalam bentuk manfaat meninggal dunia, maupun pengembalian premi jika tertanggung masih hidup hingga masa pertanggungan berakhir.

"Dengan demikian, pelaku bisnis dapat lebih siap menghadapi berbagai risiko, dengan memastikan diri dan orang terkasih tetap terlindungi," tutup Elin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi ukm pt sun life financial
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top