Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Sulselbar Raih Laba Bersih Rp651,82 Miliar di 2021, Naik 5 Persen

Pertumbuhan laba Bank Sulselbar ditopang pendapatan bunga bersih yang meningkat 13 persen yoy, dari Rp1,48 triliun menjadi Rp1,67 triliun.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  10:50 WIB
Direktur Operasional dan TI Bank Sulselbar Irmayanti Sultan (kanan), didampingi Pimpinan Departemen Hukum dan Kesekretariatan Group Corporate Sekretary Syahul Upe (kiri), memberikan keterangan kepada wartawan terkat perluasan akses transaksi Quick Response Indonesia Standar (QRIS) di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/4). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Direktur Operasional dan TI Bank Sulselbar Irmayanti Sultan (kanan), didampingi Pimpinan Departemen Hukum dan Kesekretariatan Group Corporate Sekretary Syahul Upe (kiri), memberikan keterangan kepada wartawan terkat perluasan akses transaksi Quick Response Indonesia Standar (QRIS) di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/4). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp651,82 miliar sepanjang 2021.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia edisi Rabu (30/3/2022), laba Bank Sulselbar naik 5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari laba periode yang sama 2020, yang sebesar Rp620,93 miliar.

Selanjutnya, pendapatan bunga hanya tumbuh sebesar 1 persen yoy, dari Rp2,48 triliun menjadi Rp2,49 triliun. Sementara itu, beban bunga menyusut menjadi 18 persen yoy, dari Rp1 triliun menjadi Rp821,82 miliar.

Dengan demikian, pendapatan bunga bersih yang dimiliki Bank Sulselbar tumbuh 13 persen yoy, dari semula Rp1,48 triliun menjadi Rp1,67 triliun.

Selain itu, Bank Sulselbar mencatat kredit yang diberikan tumbuh 7 persen yoy. Kredit yang diberikan sebesar Rp18,63 triliun per Desember 2020 menjadi Rp20,01 triliun per Desember 2021.

Pembiayaan syariah juga mengalami pertumbuhan sebesar 23 persen yoy, dari sebelumnya Rp1,01 triliun menjadi Rp1,24 triliun. Dari sana, total aset yang dimiliki Bank Sulselbar menjadi Rp27,78 triliun. Aset tersebut tumbuh 12 persen yoy, dari sebelumnya Rp24,83 triliun.

Pertumbuhan juga terjadi pada sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang naik 15 persen yoy menjadi Rp18,62 triliun, yang semula Rp16,18 triliun pada Desember 2020.

Kenaikan tersebut berasal dari dana murah berupa giro dan tabungan (current account saving account/CASA) yang tumbuh sebesar 15 persen yoy, yang sebelumnya Rp8,92 triliun menjadi Rp10,23 triliun. 

Adapun modal inti yang dimiliki Bank Sulselbar tercatat tumbuh 10 persen yoy, dari Rp3,47 triliun di posisi Desember 2020 menjadi Rp3,82 triliun per Desember 2021.

Di sisi lain, Bank Sulselbar juga pun tercatat memiliki rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang terjaga di level 0,92 persen (gross) dan 0,02 persen (nett).

Untuk net interest margin (NIM) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) masing-masing tercatat sebesar 6,66 persen dan 70,97 persen.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpd bank sulselbar laba bank
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top