Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI, OJK, Kemenkeu & IFEMC Sahkan IndoNIA Jadi Referensi Suku Bunga Rupiah Tenor Overnight.

Dengan penetapan dari BI, OJK, Kemenkeu dan IFEMC, IndoNIA akan menjadi dasar pembentukan referensi suku bunga rupiah di tenor 1 minggu sampai dengan 12 bulan.
Ni Luh Anggela
Ni Luh Anggela - Bisnis.com 31 Maret 2022  |  09:56 WIB
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan dan Indonesian Foreign Exchange Market Committee (IFEMC) yang tergabung dalam National Working Group on Benchmark Reform (NWGBR) mengukuhkan IndONIA sebagai referensi suku bunga rupiah tenor overnight.

Dengan demikian IndoNIA akan menjadi dasar pembentukan referensi suku bunga rupiah di tenor 1 minggu sampai dengan 12 bulan.

"Pengukuhan IndONIA sebagai referensi suku bunga rupiah tenor overnight diperlukan untuk meningkatkan integritas referensi suku bunga di pasar keuangan domestik sebagai bagian dari transisi referensi suku bunga yang berdasarkan transaksi serta sejalan dengan reformasi referensi suku bunga di pasar keuangan global," tulis NWGBR dalam siaran persnya.

Selanjutnya, dalam rangka penguatan ketersediaan referensi suku bunga rupiah di tenor 1 minggu sampai dengan 12 bulan, NWGBR akan melakukan asesmen lebih lanjut untuk dapat memberikan rekomendasi terkait dengan pilihan referensi suku bunga. Pemilihan referensi suku bunga dimaksud akan dilakukan mengacu kepada prinsip-prinsip yang berlaku secara internasional.

Selain itu, NWGBR juga mengimbau kepada pelaku pasar untuk meningkatkan penggunaan IndONIA sebagai referensi suku bunga (harga) dalam berbagai produk dan instrumen keuangan rupiah maupun sebagai salah satu indikator perkembangan suku bunga di pasar uang domestik.

IndONIA merupakan suku bunga yang berdasarkan transaction-based atau transaksi pinjam meminjam rupiah antar bank tanpa agunan (uncollaterized) untuk jangka waktu overnight.

Penetapan IndONIA dilakukan dengan menghitung rata-rata tertimbang berdasarkan nilai nominal transaksi (volume-weighted average) atas seluruh data transaksi yang dilakukan pada hari transaksi, yang dilaporkan oleh bank kepada Bank Indonesia.

Bisnis mencatat IndONIA dipublikasikan mulai tanggal 1 Agustus 2018 yang menggantikan peran JIBOR tenor overnight. Dengan penerapan ini, BI tidak lagi menerbitkan JIBOR tenor overnight sejak tanggal 2 Januari 2019, dan IndONIA ditetapkan sebagai referensi suku bunga untuk tenor overnight.

Dikutip dari situs BI, IndONIA dihitung berdasarkan rata-rata suku bunga transaksi pinjam-meminjam rupiah tanpa agunan (uncollaterized) dengan jangka waktu overnight yang dilaporkan oleh seluruh bank kepada Bank Indonesia melalui sistem Laporan Harian Bank Umum Terintegrasi sejak pukul 07.00 WIB s.d. 18.00 WIB yang kemudian dipublikasi pada setiap hari kerja pukul 19.30 WIB di website Bank Indonesia.

IndONIA telah memenuhi syarat untuk menjadi referensi suku bunga rupiah (ARR) tenor overnight. Mengingat transaksi repo telah meningkat mencapai 41% dari keseluruhan transaksi di pasar uang antar bank (rata-rata harian tahun 2021), dalam hal perkembangan transaksi repo terus meningkat dan melampaui share transaksi interbank call money, maka suku bunga repo overnight dapat menjadi komponen input IndONIA.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Indonesia OJK Suku Bunga kemenkeu
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top