Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK: Premi Industri Asuransi Masih Terkontraksi di Februari 2022

OJK mencatat premi asuransi umum terkontraksi 3,5 persen yoy pada Februari 2022, sedangkan premi asuransi jiwa terkontraksi 22,02 persen yoy.
Karyawan beraktivitas di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Sabtu (22/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan beraktivitas di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Sabtu (22/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan premi asuransi jiwa dan asuransi umum mengalami kontraksi pada Februari 2022.

Berdasarkan publikasinya di Harian Bisnis Indonesia, Senin (4/4/2022), OJK melaporkan penghimpunan premi asuransi jiwa pada Februari 2022 mencapai Rp11,9 triliun, sehingga total penghimpunan premi periode Januari-Februari 2022 mencapai total Rp27 triliun.

Sementara itu, penghimpunan premi asuransi umum pada Februari 2022 tercatat mencapai Rp6,1 triliun. Secara total, penghimpunan premi periode Januari-Februari mencapai 17,9 triliun.

Dalam siaran pers terpisah, OJK menyampaikan bahwa, baik premi asuransi jiwa maupun asuransi umum pada Februari 2022 mengalami kontraksi.

"Premi asuransi umum kembali terkontraksi pada Februari 2022 sebesar 3,5 persen yoy setelah bulan sebelumnya terpantau positif 4,68 persen. Sementara itu, premi asuransi jiwa juga masih terkontraksi 22,02 persen yoy," ujar Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo.

OJK juga mencatat profil risiko lembaga jasa keuangan pada dua bulan pertama tahun ini masih terjaga pada level yang terkendali. Rasio solvabilitas, baik industri asuransi jiwa maupun industri asuransi umum, berada jauh di atas threshold 120 persen.

Rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) industri asuransi jiwa pada Februari 2022 berada di level 535,7 persen, meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di angka 530,8 persen.

Sedangkan RBC industri asuransi umum pada Februari 2022 berada di level 323,1 persen, meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di level 311,1 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper