Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Industri Leasing Optimistis Segmen Multiguna Bangkit di Lebaran Tahun Ini

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2022, piutang pembiayaan segmen multiguna senilai Rp204,57 triliun atau masih terkoreksi 6,03 persen (year-on-year/yoy).
Multifinance/Istimewa
Multifinance/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tak seperti segmen pembiayaan lainnya, nilai outstanding pembiayaan multiguna industri pembiayaan (multifinance/leasing) jadi satu-satunya yang belum pernah mencicipi pertumbuhan sejak periode pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2022, piutang pembiayaan segmen multiguna senilai Rp204,57 triliun masih terkoreksi 6,03 persen (year-on-year/yoy).

Apabila dilihat secara bulanan, segmen multiguna sebenarnya sempat mencapai Rp206,9 triliun pada Desember 2021, naik tipis dari bulan sebelumnya. Namun, nilainya kembali turun ke Rp204,74 triliun pada Januari 2021, seiring kontrak-kontrak pembiayaan yang biasanya habis atau dilunasi pada momen akhir tahun.

Seiring tren peningkatan permintaan pembiayaan jelang Ramadhan 1443 H sampai lebaran nanti, sejumlah pemain multifinance pun masih optimistis inilah saatnya momen-momen pembiayaan multiguna bangkit.

Salah satunya, PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFI Finance) yang mengandalkan produk pembiayaan multiguna beragunan kendaraan, mobil dan motor.

Sebagai gambaran, multifinance dengan kode emiten BFIN ini mencatatkan 60 persen dari total penyaluran pembiayaannya tahun lalu dari produk multiguna beragunan mobil, tepatnya senilai Rp8,4 triliun.

Porsi terbesar kedua diraih pembiayaan multiguna beragunan sepeda motor sebesar 15 persen atau sekitar Rp2 triliun. Sisanya baru pembiayaan pembelian kendaraan, serta pembiayaan untuk mesin-mesin dan alat berat buat industri.

"Secara umum, tren peningkatan [pembiayaan sejak awal 2022] di semua produk cukup bagus. Semua naik, dan multiguna naik lebih banyak," ungkap Direktur Keuangan BFI Finance Sudjono, Kamis (7/4/2022).

Pada akhir periode 2022 nanti, BFIN masih mengincar pertumbuhan 10-15 persen dari tahun lalu yang terealisasi Rp13,7 triliun. Dengan kata lain, target ini akan membawa kinerja BFIN mendekati level sebelum pandemi atau periode 2019, yang ketika itu mampu dibukukan hingga Rp15,89 triliun.

Perusahaan pembiayaan PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) mengungkap hal serupa. Inilah alasan anak usaha anak usaha PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PaninBank/PNBN) ini tengah menggelar promo fasilitas pinjaman dengan jaminan BPKB mobil bertajuk 'Duit Cair' dengan bunga mulai dari 0,7 persen per bulan.

Fasilitas Diut Cair ini harapannya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan renovasi rumah, investasi properti, pendidikan, pernikahan, dan sebagainya. Di samping itu, Clipan Finance juga mengandalkan produk pembiayaan pembelian mobil bekas dan mobil baru.

"Bulan Maret kemarin, penyaluran pembiayaan terkait mobil dari CFIN naik 23 persen dari rata-rata biasanya Rp500 miliar per bulan. Momen jelang lebaran di April ini saya kira masih akan sama dengan Maret," ujarnya Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo

Harjanto mengungkap apabila tren penyaluran pembiayaan bulanan tersebut bisa bertahan sampai akhir tahun nanti, artinya target menembus pembiayaan baru Rp6 triliun atau tumbuh hingga lebih dari 60 persen (yoy) di akhir 2022 nanti bisa lebih mudah dicapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Aziz Rahardyan
Editor : Azizah Nur Alfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper